Sadness

Kadang, ketika saya sedang sedih atau dapat berita yang tidak diharapkan, saya nggak berani untuk cerita ke teman-teman atau keluarga karena membayangkan mereka akan mengasihani saya dan juga ikut sedih dengan apa yang saya ceritakan. I am sad and/or shaken enough that I don’t have extra energy to console my friends and families too. Am i being absurd?

Saya perlu menenangkan diri dulu, menerimanya lalu mengikhlaskannya, sebelum bisa cerita “this is what happened, but I’m ok now/will be ok (so please don’t pity me and don’t be sad over this)”

Salah satu pesan dari film Inside Out yang saya tangkap adalah ketika kita merasakan suatu emosi, termasuk sedih or marah, don’t deny it. We need to feel and embrace it so we can then, let it go.

Leave a Reply