Pisah Kamar

Setelah tertunda cukup lama, Nara dan Leandra sekarang sudah punya kamar sendiri. Major milestone for them! Resmi sejak tanggal 4 Januari, Nara pindah ke kamar bawah. Sementara Leandra tetap di kamar atas, di sebelah kamar saya dan Pandu.

Rencana ini sudah dibahas sejak 2 tahun lalu mengingat punya anak beda jenis kelamin, sudah seharusnya pisah kamar kan. Walaupun selama ini mereka tidur di bunk bed, tapi mengingat Nara semakin besar, semakin urgent untuk pisah kamar supaya Nara punya privacy lebih. Dari lama kamar di bawah memang didesain untuk kamar Nara. Lemari, kabinet dan meja belajarnya sudah siap, tapi selama ini dipakai untuk menyimpan barang-barang. Untungnya akhir tahun kemarin libur panjang, jadi banyak waktu untuk beberes rumah, sortir barang-barang yang nggak diperlukan dengan tega (buang atau kasih orang). Beli tempat tidur baru untuk Nara, pindahin baju, buku dan mainan, and voila kamarnya siap!

Milestone ini sama sekali nggak mudah, terutama untuk Nara karena di bawah dia sendirian (kamar mbak juga di atas). That’s why I’m very proud of him. Beberapa hari pertama Nara anxious karena sendirian di bawah. Karena takut, dia baca buku sampai ngantuk banget dan ketiduran. Saya agak khawatir karena pernah sampai jam 11 malam baru bisa tidur. Sempat beberapa kali nggak bisa tidur sampai frustasi, ketok kamar saya minta ditemenin bahkan dibatalin aja pisah kamarnya. Huhu saya sempet goyah karena nggak tega liatnya tapi saya turun ke bawah nemenin sampe dia tenang dan semangatin kalau dia pasti bisa.

Untuk Leandra, beberapa hari pertama juga nggak mudah. Sempet beberapa kali ngetok kamar ayah bunda karena nggak bisa tidur. Walaupun beda anak beda karakter banget ya. Leandra jauh lebih excited punya kamar sendiri dan mengulang-ulang “please knock before you enter my room” 😑 😆

Buat saya juga cukup melelahkan karena ketika pisah kamar ini baru berjalan beberapa hari, Pandu pergi business trip seminggu, jadi tiap malam saya mondar-mandir menenangkan 2 anak supaya semangat tidur sendiri di kamar masing-masing. Makasih suamiii 😭 (pulang business trip dibawain banyak cemilan, juga langsung hepi lagi sih 😆)

Setelah lebih dari 2 minggu alhamdulillah makin lancar, Nara lebih santai dan udah nrimo dengan keadaan dia sendirian di bawah. Jam tidurnya mulai kembali ke normal. Oya di bawah juga kamar mandinya di luar dan nggak ada water heater, hehe tapi belum ada komplen sejauh ini 🙌🏻

Bismillah deh, semoga makin lancar. Mau ditinggal Pandu business trip lagi, semoga saya nggak perlu mondar-mandir naik turun lagi ya, hehe.

5 Comments

  1. novi

    February 10, 2018 at 1:47 pm

    Good Nara! anak-anakku belum pisah kamar nih padahal sudah disiapkan kamar untuk masing-masing bedanya anak-anak akan tidur di atas sendiri sedangkan ayah bundanya di bawah. Alasan utama sih memang takut. Semoga berhasil juga seperti Nara.

    1. metariza

      February 13, 2018 at 3:38 am

      Hai Novi, long time no hear…apa kabar?
      semoga lancar dan sukses yaa pisah kamarnya. Semangat mamanyaaa…

  2. De

    February 13, 2018 at 3:26 pm

    Fayra pisah kamar sejak pulang dari RS hanya 3 hari setelah dilahirkan hehehe
    Soalnya pengalaman waktu Rafa baru pisah kamar saat umur 4 tahun, jadi adeknya dididik lebih dulu. Mereka sekamar berdua sampai Fayra umur 3 tahun sih, saat Rafa umur 8 tahun mereka berdua punya kamar sendiri-sendiri alhamdulillah sampe sekarang.

    1. metariza

      April 16, 2018 at 10:43 am

      Wah dari umur 3 harii… ada pengaruhnya ngga mbak ke perkembangannya? keliatannya Fayra mandiri banget dari kecil, apa karena itu juga ya?

  3. Nidya

    June 12, 2018 at 4:39 pm

    Metaaaaa…..

    Oh my god….apa kabar?
    Entah kenapa sore ini tetiba I remembering you..sekelabat muncul ajah gitu di pikiran dan hamdallah masih ingat nama blog meta.

    Ahh rindu sekali baca tulisan2 meta…
    N And L apa kabar?

Leave a Reply