A Much Needed Break

Kadang suatu frase terlalu sering dipakai atau terbaca sampai kehilangan maknanya. Seperti judul postingan ini. Saya sering baca caption bertuliskan “a much needed vacation” di social media, tanpa pernah benar-benar merasakan apa maksudnya, sampai waktu kita liburan ke Bali pertengahan Desember lalu. A much needed break, indeed.

Beberapa bulan terakhir, kerjaan Pandu dan saya sedang sibuk-sibuknya dan under a huge amount of pressure. We hardly had time to catch our breath, let alone had quality time with the kids. Tadinya agenda liburan nggak ada dalam rencana kita karena kerjaan Pandu sedang tidak bisa diprediksi. Sampai tiba-tiba ada berita yang tidak sesuai dengan rencana kita, tapi hikmahnya kita jadi bisa ke ngabur liburan.

Agenda liburan kita sederhana, pengen puas-puasin menghabiskan waktu berempat tanpa diinterupsi email/wa kerjaan Pandu/saya, main pasir dan ombak di pantai (maklum anak BSD jarang liat pantai), main konyol-konyolan ngga jelas di kolam, makan enak tanpa mikirin jumlah kalori, tidur sepuasnya, ngobrol banyak sama anak-anak, uwel-uwelan. Biasa aja mungkin buat orang lain ya, ke Bali memang begitu kali! tapi saya ngga inget kapan terakhir ngerasa serileks itu, sesantai dan sebahagia itu. Saya orangnya terlalu banyak kuatir, mikirin ini itu, sehingga di saat lagi harusnya santai pun kayak nggak memberi kesempatan buat diri sendiri untuk menikmatinya. Kemarin saya bener-bener berusaha nggak stress sama apapun. Happy!

fotonya blur, hihi tapi laf. Pose anak-anak teriak karena liat ombak besar datang, haha

Kita menghabiskan mayoritas waktu di hotel. Abis sarapan, ke kolam, pantai, kolam, pantai (diselingi ngunyah) repeat sampaiiii sore baru balik ke kamar, mandi, terus baru keluar jalan-jalan sambil dinner. What a life! Nara Leandra kenalan dan main bareng sama beberapa anak bulay dan main bareng karena kelakuannya juga sama, main di kolam-pantai-kolam-pantai atau main sepak bola sepak bolaan dari pagi sampe sore 😀

Ada satu hari kita mau ke Bali Safari, tapi kok ya pas hari itu hujan non-stop. Berhubung udah keburu pesen mobil seharian, yaudah tetep berangkat. Tapi kok di jalan ujannya makin gede, kayaknya ngga mungkin juga nih ujan-ujanan muterin Bali Safari. Akhirnya neduh di…mol Kuta Beachwalk  sambil nungguin ujan reda, haha. Makan siangnya, Johnny Rockets, yang di Jakarta juga ada, haha. Jam 2 kita nekat deh berangkat ke Bali Bird Park, yang penting menuhin janji ke Leandra buat liat-liat binatang. Alhamdulillah walaupun ujan-berenti-ujan-berenti, anak wedhok sing penting ketemu burung-burung, udah seneng banget.

Yang kanan pake jilbab sok ketawa padahal ketakutan ditenggerin burung pengen cepet-cepet udahan fotonya. Yang kiri ngetawain yang kanan 😐

Keluar dari Bali Bird Park udah jam 5, sekalian aja deh cari makan di Ubud. Cap cip cup cari resto di Zomato, kita makan malam di Clear Cafe yang tadinya kuragu takut makannya terlalu sehat dan kutaksuka (maklum, biasanya baru hepi kalo makan padang atau soto bersantan). Tapi ternyata, walaupun makanan sehat, enak-enaaakkk semua parah! ngebayanginnya aja jadi pengen lagi. Recommended!!! Tempatnya juga bagus dan homey. Lucu juga, sebelum masuk kita harus copot sepatu 😀

Selama di Bali, driver kita bilang Bali sepiii sekali karena efek Gunung Agung 🙁 Efeknya lebih parah dibanding pasca Bom Bali dulu. Buat kita jujur aja seneng sih karena pas kita ke Seminyak tanpa macet. AJAIB bukan? Tapi buat orang Bali tentu aja ini buruk untuk bisnis 🙁 Beberapa negara, salah satunya Australia, mengeluarkan travel warning. Selain itu, Bali lagi hujan terus. Baru ini saya ke Bali ketemu hujan, hampir tiap hari lagi. Tapi saya justru suka, hehe soalnya selama ini kalau ke Bali, PASTI JERAWAT SAYA BREAKOUT karena muka terpapar panas. Sedih pokoknya muncul jerawat-jerawat dengan sporadis dan tipe jerawat yang besar dan sakit itu. Baru kemarinlah seumur-umur ke Bali, jerawat saya ngga breakout. Trus saya pernah cerita dulu di blog ini kalo saya nggak suka ke pantai, makanya saya ngga terlalu suka ke Bali karena tiap ke pantai saya jadi CRANKY. Jadi kan baju renang saya bak baju selem kan. Kalo cuaca panas, yang ada geraahh pliket ditambah pasir-pasir masuk ke dalam baju renang saya, ya Tuhaaan gak enak rasanya pengen marah trus bersihinnya susah banget tolooong. Pokoknya Meta ke pantai = nggak happy, bahkan cranky! Nahh kemarin, AYLAIIIKK, cuacanya ademmm, dingin, mendung selama kita main di pantai, bahkan beberapa kali ujan. Oya, pasirnya juga gampang dibersihin, karena model pasir yang putih dan butirannya besar, hihi.

Oya, special mention untuk Mulia Resort – Nusa Dua Bali, tempat kita menginap selama di Bali kemarin. Kita bener-bener happy dan puas selama di sana. Semua staffnya ramah, gercep dan helpful. Mulai dari check in,  staff di kolam, lifeguard yang gercep banget waktu Nara luka langsung ambil kotak P3K, bersihin luka dan obatin Nara, semua staff dan waiter di restoran, se-mu-a! Beberapa hal yang berkesan selama kita menginap di sana:

  • Mulai dari check in, anak-anak disambut hangat, diajak foto untuk Mulia Kidz, dikasih voucher es krim (buat anak-anak gimana ngga seneng dikasih es kriim! hihihi).
  • Sebelum diantar ke kamar, Resident Managernya ikut menyambut kita dan ngucapin selamat ulang tahun buat saya. Personal sekali, kagum! Oya, bukan kebetulan kita liburannya pas saya ulang tahun karena Pandu memang sengaja ngepas-pasin 😀
  • Begitu sampai di kamar, nggak lama ada kiriman kue ulang tahun dan coklat-coklat kecil dari Resident Manager tadi. Terharu lagiii!
  • Karena penerbangan kita cukup pagi, kita semua agak teler untuk pergi lagi, jadi Pandu ngajak birthday dinner di The Cafe (tau banget istrinya gembul, diajak makan buffet tentu nggak nolak). Lagi-lagi ada surprise kue ulang tahun dan selesai, ternyata… we dined for free.  Kok manis amat!
  • Nggak cuma itu, personal touchnya kok luar biasa (maaf norak), waktu dinner Leandra bolak balik ambil sushi, trus pas sarapan nyariin sushi yang dia makan tadi malemnya. Ternyata jenis itu nggak ada di buffet breakfast (hanya ada di lunch n dinner buffet) Lalu dibuatin aja loh sebanyak yang Leandra mau. Atau contoh lain, 2 pagi pertama, saya dan Pandu selalu minta hot latte. Pagi ke-3, waiter langsung “hot latte yang creamy seperti biasa Bu Utomo?” padahal waiternya bukan waiter yang kemarin! kok tau? *keprok-keprok*

Saya tutup postingannya dengan kesan dari Nara dan Leandra tentang liburan kemarin. Unedited 😀 Leandra was super impressed with the toilet, haha dan apa ya maksudnya Bali as a futuristic island? copas dari ketikan mas Naranya kali ya? hihi.

Nara: 

Last year’s December trip was to Bali. From my point of view, it’s one of the best holidays ever! Why? your answers are down below:

  • together with family

  • best hotel ever!

  • futuristic toilet!

  • close to the beach!

  • so many ice creams!

  • super yummy food!

  • awesome kids club!

Leandra:

for last year’s trip, I went to Bali. Bali was a very futuristic island, I learned some new stuff there. the hotel was so cool! One of my favourite thing there was the toilet, because it’s just different from any other toilet. It opens automatically when I enter. It has so many buttons and like the future toilet. The toilet even has a butt dryer! Trip to Bali is one of my favourite moments with my family. I love Bali. My favourite thing in the hotel was the sushi. In Bali, my brother bought some clothes. My favourite moment there was when I played at the kid’s club the beach and the pool with Ayah and Bunda.

Lastly, thank you Pandu, you make me happy, always. 

ini juga blur, bukan sengaja tapi karena emang kurang skill selfie

11 Comments

  1. Pandu

    January 4, 2018 at 5:08 pm

    Futuristic *lol*
    And so it set the standard of Bali trip for the kids…
    Mulia, we’ll be back!

    1. metariza

      January 5, 2018 at 4:27 am

      Haha jadi degdegan diprotes kalo next time ke Bali, toilet hotelnya nggak ‘futuristic’ ya 🤣

  2. arninta puspitasari

    January 5, 2018 at 4:15 am

    ahhh setuju bangeeet, mulia the bestttt 🙂 mba meta selamat tahun baru yaaa!! *sekangen itu bca cerita blogmuuu

    1. metariza

      January 5, 2018 at 4:30 am

      Happy new year juga Ninta n family! Iyaa happy banget deh di sana, cocok dengan tujuan kita pengen santai-santai. Kalau tujuannya pengen bolak balik ke Seminyak-Canggu-apalagi Ubud, kejauhan 😀

  3. Dina

    January 8, 2018 at 1:03 pm

    Mbak Meta , Happy new year. *Sokkenal*.Aku jg sekangen itu baca blognya, baca cerita2 parentingmu yg menyentuh meskipun aku blm tau rasanya jd ibu krn blm menikah hahaha tetep nulisnya mbak 😊. Btw Leandra sudah besar dan cantik banget 😍

    1. metariza

      January 8, 2018 at 4:46 pm

      Hi Dina,
      Aku juga tersentuh baca komennyaa 😀 makasih yaa. Happy new year juga, semoga tahun ini semuanya lebih baik dari tahun kemarin 🙏🏻

  4. widya

    January 16, 2018 at 3:01 am

    Hii Mba Meta, mau tanya kemaren di Mulia Resort pesennya tipe kamar apa?Kebetulan maret besok saya mau ke Bali, tapi maju mundur cantik mau pesen Mulia Resort karna baca review mereka strict banget ya dengan jumlah tamu dikamar. Saya mau pergi dengan suami dan 2 anak yang masih under 5 tahun, nah Mba Meta kemaren gimana bawa kakak N dan kakak L disana? Makasi ya buat infonya 😉

    1. metariza

      January 16, 2018 at 7:39 am

      Halo Widya,
      mereka memang strict banget dengan jumlah tamu di kamar. Untuk keluarga kayak kita dengan 2 anak harus tambah extra bed. Kemarin kita pakai deluxe grandeur, tp kamar di bawah itu juga bisa tambah extra bed setauku.

      Hth yaa dan selamat liburaan 😘

  5. Atem

    January 27, 2018 at 5:03 am

    Mbak metaaa entah terpengaruh postinganmu sebelumnya atau nggak, tapii aku hepii baca postingan ini, cos its so youuuu, kayak yang dulu2, *ehm* *readers jadul* am so happy for you mbaak
    💚💚💚💚

    1. metariza

      February 13, 2018 at 3:41 am

      Haihaii…panggilnya apaa? kalo dibalik nicknya jadi namaku, hihi.
      thank youu for stopping by and say hi :))

      1. Atem

        February 19, 2018 at 4:41 pm

        Hahhaa iyaa emang dipanggilnya meta juga 🙋
        Atem nama gaul 😹😹

Leave a Reply