17th Sep2009

I wanna have another baby….

by metariza

I wanna have another baby….

Dear God, please hear my prayers

Waktu gw baru melahirkan Nara, gw ngalamin baby blues.

I never admit it before nor do I even acknowledge about it myself

But the more I think about it now, I did a matter of fact had a baby blues

Ngga seperti baby blues-nya  Brooke Shields sih Alhamdulillah. Bentuknya baby blues gw adalah:

-          Takut Nara tiba-tiba berenti bernafas karena misalnya idungnya ketutupan dan gw ga tau (parnomaniadotcom). Rasanya semua buku dan info dari browsing yang gw udah baca itu ngga cukup, it’s never enough.

-          Gw takut ngga bisa jadi Bunda yang baik..who am I? a twenty something gal who normally doesn’t like children but now having an adorable baby boy who I love so much and really worried if something, anything happens to him.

-          Gw takut Pandu ‘melihat’ gw berbeda dan hubungan kita akan berubah

-          Gw trauma sama proses melahirkan (padahal mungkin orang lain ngalamin yang lebih buruk)

Semua itu bikin gw bilang “gw mau punya anak satu aja”

I tended to get irritated when people ask me about the next child, 3 days after I gave birth.

WTH, I just had a 3days old baby and you already ask whether I had planned for my second baby? That is: 1. Insane, 2. Very rude, 3. Couldn’t you find a better timing?

Don’t they know the effect of their question? Itu kan sama seperti nanyain orang yang baru nikah minggu lalu “udah hamil belum?” plakk…

Yah, tapi positive thinking sajalah…mungkin orang yang nanya itu sekedar NGGAK TAU musti ngomong apa lagi alias ngga jago basa basi dan pertanyaan itulah yang pertama kali muncul di kepalanya.

Anyway…gw masih berpikir untuk “punya anak cukup satu ajaaa” sampe Nara umurnya setahunan (klo ga salah). Being the stubborn that I am, klo ada yang nanya kapan mau punya anak lagi, gw semakin keras ngasi jawaban yang sama :P

Suatu hari, gw ngeliat Nara senyum-senyum sambil ngikutin beberapa anak-anak di mall yang entah kakak adek, ntah sepupuan. Pas Nara mau ikut main, mereka ngeliat Nara bak alien, mungkin di pikirannya “siapa lo ikut-ikutan?” trus senyum Nara ilang karena dia tau dia ngga diajak main. Hiksss pengen mewek rasanya, kasian Nara ngga punya kakak/adek (ada sihhh kakak sepupu tapi ngga tinggal di Jakarta dan baru ketemu untuk pertama kalinya lebaran ini)

Tiba-tiba aja gw berubah pikiran, pengen punya anak lagi supaya Nara punya temen. Being a very compassionate kid, gw ngebayangin kalo Nara punya adek, pasti dia sayang sekali sama adeknya… *mewekterharulebay

Selain itu, ngga ada kata yang bisa melukiskan perasaan ketika dipeluk Nara atau dicium Nara, atau ketika dia bilang “Bunda jagoan!!” sambil melonjak lonjak (kesannya gw keren banget di mata dia, hihi). Bahkan hanya ngeliat senyumnya ketika pulang kantor. It’s true what people say, semua capek, bête, sakit jadi ilang ketika ngeliat senyum anak (boookkkk bahasa gw emak-emak abeyss).

I never thought I’d say this, tapi gw rela mengalami pegel punggung, kram kaki, beser abis, sakit waktu melahirkan, begadang, mompa asi, terkantuk-kantuk nyusuin….semua proses itu. Gw rela…

Abis itu gw yang merengek-rengek sama Pandu pengen punya anak…jawabannya “iya ntar kamu aku hamili” (hush) trus si mr.verywellplanned itu kembali mengingatkan blueprint perencanaan keluarga kita dan tercapailah kesepakatan klo gw akan melepas spiral gw abis lebaran ini…horeeeeee.

Nahhh, one thing I’m scared of is:

Gw takut omongan gw yang dulu didengar Allah, itulah yang gw bilang gw cuma mau punya satu anak. Hiksss ya Allah aku sangat menyesal, I wanna take it back…

Semoga Allah masih mau ngasi kepercayaan gw untuk mengandung dan melahirkan bayi

Semoga Allah masih mau ngasi kepercayaan gw dan pandu untuk merawat dan membesarkan seorang anak lagi. Amin…

Semoga dikabulkan, sekarang kan bulan puasa…katanya doa kita lebih didengar.

Amin ya Rabbal Alamiin

28th Aug2009

Jenguk Bayi yang Baru Lahir: the Do and Donts

by metariza

Kemaren siang rame-rame jenguk Nurdin yang baru melahirkan. Hehe bukan Noordin M. Top yah, sebenernya namanya manis banget, tapi ntah kenapa mau aja dipanggil Nurdin sama anak-anak kelas klasikal waktu jaman PCPM dulu. (Kamu mah terlalu baik Din…hehe)

Anyway, bukan itu yang mau diceritain sbenernya, hehe. Waktu jenguk kemarin, otomatis dong flash back sama waktu melahirkan Nara dan kepikiran mengenai the do’s and don’ts ketika menjenguk orang yang melahirkan beserta bayinya. Hal-hal ini munkgin ngga banyak orang ngeh. Ini berdasarkan pengamatan dan pengalaman pribadi yaa, jadi sangat subyektif, hehe:

  • Do wash your hands as soon as you enter the room. Pasti ada kamar mandi atau wastafel kan? Nah pastikan mencuci tangan dulu, just in case ngga tahan mau pegang, elus-elus atau bahkan menggendong si bayi lucu yang baru lahir
  • Jangan langsung gendong si bayi. Ngga semua orang nyaman lohh anaknya digendong-gendong sama orang lain, ntah karena deg-degan bayinya yang kliatan fragile itu digendong sama orang lain yang kurang meyakinkan, hehe atau parno sama masalah higinitas. Hey it’s their choice right? And we have to respect that. Jadi klo mau gendong anak bayi orang, tanya dulu yaaa orangnya keberatan apa nggak.
  • Cium bayi? No no no!!! lagi-lagi ini subyektif ya, tapi dengan begitu banyaknya virus dan kuman yang bertebaran saat ini, kasian kan kalo gara-gara kita cium bayi orang pas kita lagi ngga 100% sehat (you’ll never know) trus ketularan. Yang kasian kan emak bapaknya bukan?
  • Jangan menggurui si ayah bunda misal: “Jangan gitu nyusuinnya, gini yang bener. Nanti bayinya musti sering-sering dijemur ya. Jjangan pake formula, apa-apaan itu, ASI adalah yang paling baik and so on and so forth”. Walaupun nasihat dan tips kita bener, but they probably already heard it from the 100 earlier visitor. Give them a break :) they need it.
  • Why don’t we ask how the parents feel instead? Jadi ibu baru dalam semalam itu cukup menakutkan loh untuk beberapa orang, bahkan ngga banyak yang ngalamin baby blues.  Pasti new mum seneng sekali klo kita tanya perasaannya yang overwhelmed baik dengan proses kelahirannya, kelelahannya (apalagi klo melahirkan normal, plus induksi atau vakum, walah). Pasti temen kita seneng banget klo punya temen yang bisa bikin perasaannya lebih nyaman, knowing that we are there to support her.
  • Jangan lupa bawa kado, LOL. Everyone loves present right? Not the value, but it’s the thought that counts. Klo temen kita bener-bener deket, ada baiknya kita tanya apa yang dia perlukan. Off course it ruins the element of surprise, tapi daripada kita ngasi baby carrier dan ternyata ada 3 orang lain yang juga ngadoin baby carrier? Ga kepake nanti…mubazir, hehe. Siapa tau yang dia belum punya adalah sterilizer, atau stroller Bugaboo (ngelunjak, haha)?. Cuma untuk alasan efektivitas aja kok. Kita seneng kadonya berguna, temen kita juga seneng dapet barang yang dia butuh :)
  • Jangan terlalu lama jengukin, capek tuh ibunya, hehe…kan malem masih musti begadang nyusuin anaknya :)

Udah ah, I’m out of words…hehe

HUURRRRAYYYYYY It’s Friday afternoon

Have a nice weekend all