29th Jan2010

Momzillas

by metariza

Pandu gave me 4 novels as our 9th anniversary presents. The present symbolizes that he’s supporting me to do what I love, which is reading novels. One of the novels he gave me is Momzillas by Jill Kargman. I want to read this book since I gave birth to Nara, but it’s so hard to find in Jakarta. This is why he ordered it in Amazon, hehe. Reviewnya Harper’s Bazaar begini: “a sardonic and hugely witty peek inside the highly competitive world of the childrearing set on Manhattan’s Tony upper east side”. Ceritanya tentang kehidupan ibu-ibu muda borju di kawasan paling elit di Manhattan yang lebay (pamer gila) dan kompetitif abis, it should be funny…

Have I read all those books? Nope, not yet. The presents came under one condition, which is: I have to finish 3 parenting books I bought last month :P See, I bought them, not Pandu…which is why Pandu thinks it’s my obligation to finish what I started…hehe.

Howeveeeeeeer…he allowed me to sneak peek the Momzillas, nyehehe. The novel starts with the glossary of terms and abbreviations used in Momzillas. Here are some terms she (Jill Kargman) defines in the novel. *I re-write it from the novel, hope she doesn’t mind*

Affluenza: Malaise of the extremely wealthy; symptoms include panic over which color Bugaboo to buy and night sweats about which $20,000 pre-preschool to apply to. Common occurrences of dissatisfaction despite comfort of riches

Ball-on-stick: super-skinny pregnant woman who works out like crazy and counts calories, resulting in bony body with uterus as the only evidence of pregnancy. Often wear stilettos.

Blue ribbon birther: mom who brags about her natural childbirth and thinks she deserve a prize for forgoing drugs

Epidural Basher: woman opposed to the use of anesthesia during childbirth. Generally brags about her own long natural labor

Laborspiel: endless, minute-by-minute playback of mom’s labor; often peppered with unsolicited gory details, as it if the first birth in history

LM: Liar Mom; i.e., Madison slept through the night starting at two weeks old

Name Poacher: thief of someone’s already chosen baby name

Nursing Nazis: brigade of vociferous moms who compete over who breast-feeds longer; often judge/bitch out bottle-feeder

P’ N P’: Preggers and Proud; moms-to-e who bare belly in midriff-exposing shirts and/or often rub bump every two seconds. Often gush about how ‘alive’ they feel.

And many more..hihi

Can’t wait to read the whole story :D

28th Jan2010

Never-ending Questions in Life

by metariza

Pertanyaan-pertanyaan ini baru mulai muncul pas SMA kali ya? dimulai dengan pertanyaan orang ke orang tua kita atau kita sendiri “nanti mau ngelanjutin kuliah dimana? Jurusan apa?”. Level of annoyance is still minimum atau hardly recognized

Pas mulai tingkat 3 kuliah, mulai tu ditanyain kapan lulus?

Begitu lulus, ditanyain udah dapet kerja belum? Hebatnya, pertanyaan ini tak jarang ditanyakan di saat wisuda…canggih kan? Yang ditanya biasanya terbengong-bengong atau jawab “aku udah diterima di blah” untuk beberapa orang yang emang udah ngelamar dari sejak bikin skripsi mungkin? Hehe

Pertanyaan tentang “udah kerja dimana sekarang?” itu baru akan berhenti ketika kita udah kerja, biasanya diikuti dengan kerlingan penilaian dari mata penanya ketika kita jawab dimana kita kerja.

Tapi jangan seneng dulu, pertanyaan kemudian berganti jadi “kapan nikah?” dimana pertanyaan itu baru akan berhenti ketika kita udah salaman di pelaminan. Next, bahkan kadang beberapa hari setelah nikah, pertanyaan lanjutan udah dimulai yaitu “udah isi?”. Isi wasaisi, isi udang? Emang kita lumpia? Pertanyaannya juga variatif bahkan cenderung nuduh misal “udah hamil belum? Jangan ditunda-tundah ah, nanti kualat” mind you, padahal kadang kita belum sempet bilang ‘hai’ sama si penanya.

Nahh begitu hamil…lumayan bisa napas bentar, ya sekitar 9bulanlah, sampe hari dimana kita melahirkan, ujug-ujug (ujug-ujug = tiba-tiba dalam basa sunda, heeh punten say amah lebih sunda daripada padang) ditanya “kapan rencana anak kedua? Kadang cuma nanya doang, tapi ga jarang disertai sejembreng nasihat bahwa klo punya anak kedua lebih baik deket waktunya dengan yang pertama karena bla blu bla and so on and so forth BYEGH. Call me drama queen but these situations DO happen in real life! One of my aunts asked me when I plan to have my number 2, exactly 2 days after I gave birth to Nara. Speechless! I was still traumatized with all the pain and the image of bloods, and she asked me to get pregnant immediately? SICK!

Beda antara pertanyaan yang bener-bener menunjukkan kepedulian, kepo (setipe dengan yang sok tau) dan insensitive cukup tipis. Celakanya, kadang pertanyaan dengan niat baik, keluar dengan kalimat yang kurang pas di saat yang ngga tepat…hasilnya? Yang ditanya sebel atau ngga nyaman, hehe.

Contoh? Baru aja kejadian sama gw di acara keluarga besar akhir-akhir ini.

Tante    : Meta, belum hamil lagi? sok atuh cepet-cepet, Nara kan udah gede. Udah program atau belum?

Gw         : *labuset, ini banyak amat nanyanya…yang mana dulu?* udah kok… *tserah mau diartiin apa, udah program atau udah hamil…males*

Tante    : trus gimana? Udah hamil belum?

Gw         : udah…udah keguguran juga *sok polos*

Tante    : *ignoring the sarcasm in my last sentences (or maybe didn’t realize the sarcasm at all)* ya udah cepet atuh, coba lagi…

Gw         : *WTH? Are we talkin about a procurement process here?* iya tante…

Pengennya ya…pengennya klo ada situasi kaya gitu, bisa autopilot jawab manis dan berpikiran husnudzan. Tapi yaaa klo lagi PMS gimana?hehe alesan, ya pokonya sampe sekarang gw belum selalu bisa melakukannya. Sebenernya husnudzan bisa dengan 2 pemikiran. Yang pertama, bahwa si penanya punya niat baik dan berharap yang terbaik atas apapun yang sedang kita hadapi. Yang kedua, si penanya adalah tipe orang yang suka ngga tau musti ngomong apa alias kurang jago bersosialisasi (alias berbasa basi, ini gw banget!haha) jadi karena salting, suka tiba-tiba keluarlah pertanyaan-pertanyaan yang standar-tapi-lebih-sering-menjurus-ke-annoying tadi. Sama sekali ngga berniat kepo, sok tau, insensitive atau nyebelin…

Yuk, jadi klo ketemu orang yang suka nanya pertanyaan-pertanyaan tadi, kita jadiin tempat latian buat nahan sabar dan selalu berprasangka baik sama orang lain. *gw banget ni perlu latian, :P *

15th Jan2010

Re-post Artikel dari The Urban Mama

by metariza

Minggu lalu gw nulis postingan tentang dilema jadi working mom vs keinginan di lubuk hati terdalam untuk full time ngurus Nara di rumah. Pas mau dipost, gw kepikiran untuk share di forum yang lebih luas. Trus gw submit deh sebagai artikel di The Urban Mama sekitar 10 hari lalu dan dipublish hari ini. (thanks to TUM yang mengedit penulisan gw yang acakadut khususnya untuk tulisan dalam bahasa inggris yang ngga pernah di-italic) Nah, berhubung biasanya gw menggunakan “gw” sebagai kata ganti orang pertama, di artikel itu gw replace semua “gw” jadi “saya” tanpa bermaksud ngurangi orisinalitas gw (tsaahhh) tapi rasanya lebih enak untuk pake “saya” di forum yang lebih besar sementara di blog mah suka suka gw ajee…

Anyway, link artikelnya ada disini

Berikut versi artikel yang pake ‘gw’ instead of ‘saya’…hehehe

Bangun telat, buru-buru mandi. Abis mandi, pake baju, dandan di kamar mandi supaya ngga perlu nyalain lampu kamar tidur, dan ngga ganggu tidurnya Nara. Eh tiba-tiba gw denger Nara bangun. Suaranya sedih minta dipeluk. Sambil ribet pake baju karena buru-buru (gw udah bilang tadi bangun telat kan?), gw bilang gw akan peluk setelah pake baju. Nara setengah histeris ngomong “Jangan pake baju kantor, pake baju rumah aja, Bunda jangan pergi…” dalem hati gw pengen teriak, “Bunda juga ngga mau ninggalin Nara”.

Ini sama sekali bukan cerita baru sih dan sampe kapanpun dilema Bunda bekerja di luar rumah ngga akan ilang. Asli ya, kalo mau nurutin perasaan, iriii banget sama stay-at-home mums, entah yang full jadi ibu rumah tangga atau kerja dari rumah. They have something that I don’t, spending all day with their kid(s).

Setelah itu komen orang biasanya gini: trus kenapa ngga berenti kerja aja atuh?

Sayangnya, kondisi tiap rumah tangga berbeda (baca: kondisi keuangan). Tiap orang juga punya value, ambisi, nilai dan tujuan hidup yang berbeda yang akhirnya membuat cerita hidup tiap orang berbeda (dan menarik).

Kalo boleh share, pas hamil 3 bulan gw resign dari kantor lama karena pengen jadi stay at home mom. God has a funny sense of humor indeed…tepat sehari setelah ngajuin surat resign, ada pengumuman gw diterima di tempat kerja sekarang. Dilema, karena selama proses rekrutmen di lembaga (prosesnya lumayan lama, sekitar 9 bulanan) ini gw selalu berdoa, “Apabila masuk ke lembaga ini merupakan yang terbaik untuk agamaku, keluargaku dan diriku, maka lancarkanlah jalannya” dan tiba-tiba diterima di saat gw udah bertekad berhenti kerja. Dengan pertimbangan doa tadi, gw takut durhaka karena udah dilancarin jalannya untuk masuk ke lembaga ini kok malah gw tolak… jadi gw merasa mantap bahwa masuk ke lembaga ini adalah sesuatu yang baik.

Konsekuensi gw masuk lembaga ini adalah ada ikatan dinas 3 tahun setelah pengangkatan jadi pegawai, ditambah masa pendidikan 9 bulan (termasuk cuti melahirkan 3 bulan). Ikatan dinas gw baru selesai September 2010. Setelah itu apa gw mau berenti kerja? Sampe saat ini keputusan gw dan Pandu (suami) adalah: gw masih akan kerja setelah ikatan dinas gw berakhir.

Loh bukannya katanya ngiri sama stay at home mum? Katanya pengen menghabiskan 24 jam bersama Nara?

Iya, bayangan menghabiskan 24 jam bersama Nara emang sangat menggiurkan. Alasan gw untuk tetap kerja juga cukup standar kalo ngga mau dibilang klise, yaitu untuk menambahincome. Salah satu financial planner pernah bilang, tidak bijak jika istri berhenti kerja kalo penghasilan istri lebih dari 1/3 penghasilan suami+istri. Mungkin ada yang bilang, “Kalo niat banget mah berenti aja, asal bisa hemat pasti cukup kok dengan satu income aja”. Eh tunggu dulu…, ga segampang itu. Kita baru aja beli rumah setelah berhasil ngumpulin DP untuk rumah dan capek ngontrak hampir 4 tahun (geregetan juga bayar uang kontrakannya yang naik 10% tiap tahun). Itu baru DP loh, tentu aja pasangan muda yang bener-bener mulai dari nol kaya kita ngandelin KPR. Belum lagi ada cicilan mobil dan investasi untuk dana pendidikan Nara. Buat biaya-biaya yang gw sebutin barusan aja udah ngabisin setengah income kita berdua. Kebayang kan?

Untuk saat ini, menjadi stay-at-home mom buat gw adalah luxury yang belum bisa gw cicipi. Tapi gw yakin entah itu jadi stay at home mum, working from home mum atau kerja kantoran, semua punya kelebihan masing-masing baik untuk sang ibu maupun anak.

Jadi kalo ditanya apakah gw nyesel memutuskan untuk masuk ke lembaga ini dengan ikatan dinas selama ini, gw ngga nyesel. Tapi ngga boong klo gw bilang bagaimanapun pasti ada bedanya kalau gw full megang Nara (ngga kerja) dengan gw menitipkan Nara ke mbaknya selama gw kerja.

Well, I can’t have it all can I? It’s all part of being a grown up, making choices and deal with the consequences.

[thumbnail pic from here]

12th Jan2010

Liburan dan Cuti

by metariza

6 days (equals to 4 working days) before our big family holiday. Btw my definition of ‘big family’ consists of gw, Pandu, Nara, Adek, Bayu, Bapak dan Ibu. Yes, next Monday we’re going to Bali for 5 days :) yeayyy…

Rencana liburannya udah lumayan lama disusun, sejak November taun lalu. Jadi ya, si Ibu kan punya staff discount di hotel tempat kita bakal nginep ini karena hotelnya emng satu grup sama kantor Ibu. Nahh, tahun ini si Ibu bakal pensiun, jadi kita mau memanfaatkan staff discount ini untuk terakhir kalinya *gamaurugi*. Selain itu kita juga belum pernah liburan bareng-bareng.

Nentuin tanggalnya rempong bener karena kita juga ngga mau pas high season. Harga tiket mahal, hotelnya takut penuh, plus di Bali pasti crowded banget…males. Selain itu, kita semua kan kerja, jadi nentuin tanggalnya lebih suriweuh lagi karena urusan cuti. Pandu pengennya awal tahun karena takutnya klo udah Februari ke atas bakal hectic dot com. Klo Adek ngga bisa Februari karena dia mau liburan ke Singapore sama temen-temenya *super gaya dia* plus dia ngga bisa klo akhir bulan karena closing. Bayu rada repot nyari cuti, he’s our big shot lawyer :) . Bapak mah gampang cutinya, doi kan bos…hehe.

Klo gw, pengennya ngga pas di event tahunan kantor gw. Bukan acara hura-hura pastinya. Tiap tahun di direktorat gw ngadain annual investment committee. Gw tentu aja punya porsi maha penting di acara itu…sebagai MC, huahahaha. Ngga deng, bukan jadi MCnya, God knows bahwa gw diem-diem seneng klo bisa ngabur dari tugas ngemsi, haha tapi gw pengen dateng ke acara itu karena materinya bagus. Nah, berhubung si investment committee itu tanggal 14 Jan, akhirnya kita mantep ni liburannya tanggal 18 – 22 Jan. udah dong, beli tiket ni kita. Ehhh, senen minggu lalu jeng jenggg, si investment committeenya diundur jadi tanggal 21-22.  Gw jadi dilema deh. Pandu saranin buat ngomong sama bos gw.

Ternyataaa…beliau malah mendukung gw untuk liburan. Yeayy, he’s such a family man. Bos gw nanya apa kekhawatiran gw, ya gw bilang karena ditugasin jadi MC dan materinya bagus, jadi gw pengen ikut. Dia bilang klo urusan MC gampang, bisa nyari orang lain jadi gw ga usah khawatir. Klo soal materi, nanti ka nada summary-nya yang bisa gw baca. Beliau malah pesen “saran saya pribadi ya Mbak Meta, klo ada kesempatan untuk bareng keluarga, sebaiknya dimanfaatin aja” gw sampe mau nangis terharu dengernya.

Masalahnya bukan apa-apa. Gw tau cuti adalah hak gw, tapi suka adaa aja komentar-komentar tentang cuti. Ini ngga terjadi sama gw aja sih, tapi sama banyak orang yang mau ngambil cuti…suka dikomentarin “aduhh seneng ya cuti, liburan melulu,..bla blu bla blu”. Penting ya komen gitu? jatah cuti kita semua sama bukan? Klo mau liburan ya pake aja cutinya sendiri. “Liburan melulu, banyak uang ya?” Komen lebay karena sok tau dan ngiri! Dana liburan gw adalah dana yang udah gw siapin, yang gw sisihin per bulan dengan memperkirakan kapan gw mau liburan. Selain itu, ya emang rejeki gw klo kita dapet diskon edan-edanan dari Ibu.  Masak mau ngiri sama rejeki orang? Mau ngiri karena gw bisa memilah-milah pengeluaran gw? ngiri karena gw rela berhemat di pengeluaran yang satu demi hal lain? That’s just plain shallow.

Not to mention, annoying.

anyway…udah selese sebelnya. Ayo kita songsong liburan minggu depan.

First, I need to finish this project before leaving, biar liburannya ga ada beban pikiran… semangaaaat!!!

[thumbnail pic source]

11th Jan2010

Headline Kompas Hari Ini

by metariza

… membahas UU No.22/2009 tentang Lalu Lintas. Ada gambar cowok lagi nyetir dan nelp di saat yang bersamaan. Mukanya panik kaya lagi mau nabrak gitu. Pasti udah pada baca semua kan…

kompas

Ningce emang suka baca Koran sama Nara tiap hari. Ningce suka bacain headline trus cerita sama Nara isinya, yah ngga serius-serius sih, biasanya ngomentarin berita yang ada gambarnya. Siang-siang gw ditelp Nara. Dia cuma mau ngasitau headline itu ke gw sambil berpesan “Bunda, klo lagi nyetir ngga boleh telfonan tau, nanti bisa nabrak…trus nanti dipanggil ambulans, ngiung ngiung ngiung…, bahaya itu!” karena ngomongnya panjang, bahasanya ngga persis kaya barusan, gw sampe minta ulangin 2 kali sampe ngerti maksudnya dia.

Terharu gw…

Apalagi setelah itu dia tanya gw udah makan apa belum. Pas gw bilang belum dia ngomelin gw supaya cepet makan biar kuat dan ngga lemes.

Jadi tambah kangen si Nardut.

06th Jan2010

Gati’s Jewelry

by metariza

Lookie lookie…

It’s pretty isn’t it?

There are more here

Temen gw dari SD, SMP dan kuliah ketemu lagi satu jurusan, Gati punya bisnis ini sama temen-temennya. Waktu kemang festival 19-20 Desember kemaren dia buka stand. Sayang gw ngga bisa dateng  :( tapi klo liat foto-fotonya sih bagus. Gw pribadi bukan orang yang suka pake perhiasan apapun, jam tangan aja lebih seringan lupa makenya (eh jam tangan bahkan bukan perhiasan ya? hihi. Satu-satunya perhiasan yang gw pake cuma cincin kawin, makanya boleh minta upgrade ke solitaire ga beb? Kalung ngga suka pake, lagian gw pikir toh gw pake jilbab, ribet ah. Pake anting…ga ada lubang tindikan di kuping gw. Gara-garanya waktu masih TK apa SD gitu anting gw ilang melulu sebelah sampe nyokap sebel akhirnya gw ga pake anting lagi, lama-lama lubangnya ketutup deh. Pake gelang, riweuh. Pake apa lagi ya? perhiasan dipake dimana lagi sih?

Eh ini lagi ngomongin apa ya tadi…oya, bisnisnya Gati… jadi walaupun gw ngga pake perhiasan, buat yang suka pake perhiasan, siapa tau suka dan beli jualannya Gati. Yang jelas, gw salut sama Gati (atau siapapun yang punya bisnis) karena butuh kreatifitas dan guts! Sesuatu yang gw belum punya, terutama guts…hehehe oiya sama satu lagi, modal :P

All the best for your business…I’m so proud of you.

05th Jan2010

Fate

by metariza

Adalah ketika suatu sore gw pulang kuliah, dipanggil Mia dari kamar kosannya. Masuk kamar Mia dan fell in love at the first sight with Pandu. Also known as hubby today.

Adalah ketika gw ketemu Rahma di suatu Barbershop kecil di Kemang yang jual Brownies Choc Melt. Sebelumnya Rahma ke Playground Kemang, gw lagi di PIM. Rahma ngajakin gw ke Playground tapi gw lagi ngga siap untuk kesana. Pulang dari PIM, tiba-tiba pengen beli brownies… sampe sana ketemu Rahma lagi beli Brownies juga. Btw gw dan Rahma mungkin udah hampir setaun mungkin ngga ketemu dan beberapa bulan lalu kita sempet arrange rendezvous sama cewe-cewe yang lain dan GAGAL karena waktunya ngga ketemu aja.

Adalah ketika gw memutuskan untuk berhenti kerja dan jadi stay at home wife/mum dan mengajukan surat resign ke bos gw di kantor lama, kemudian tepat keesokan harinya ada pengumuman penerimaan pegawai di tempat gw kerja sekarang di internet. Gw diterima.

Adalah ketika lagi makan di Food Republic, hampir nabrak seseorang yang gw kenal. Nandha. I mean, what were the odds of meeting her in Singapore? Besoknya gw, Nara, Nandha dan Ibu Angky janjian ketemuan lagi trus jalan-jalan bareng sampe sore. What a delightful day :) oh dan hotel tempat mereka nginep tepat di seberang hotel kita.

Adalah ketika udah keliling Tebet berkali-kali dan melihat entah berapa rumah untuk dikontrak, tiba-tiba dikasi tau alamat rumah di Rasamala oleh supir kantornya Pandu. Begitu liat rumahnya, liat-liatan sama Pandu dan barengan ngomong “yang ini aja!”

Adalah ketika gw, seseorang yang ngga sabaran dan takut sama anak kecil dikasih titipan seseorang yang gw beri nama Nara supaya gw bisa belajar jadi orang yang lebih baik. The greatest gift of all.

What is your definition of fate?

[thumbnail pic]

31st Dec2009

Film Bagus di Akhir 2009

by metariza

Menutup tahun dengan nonton 2 film bagus. Yapity yeayy…

Film pertama: Avatar

Nonton tanggal 24 Des 2009 sama Pandu di Blitz Pacific Place, in 3D.

Jujur aja, pas pertama liat trailernya ga tertarik gara-gara liat makhluk biru itu dan gw pikir avatar yang film kartun jepang itu, haha dodol.Abis itu gw tau klo sutradaranya James Cameron, wah must be something. Trus tau klo doi bikin filmnya 4 tahun dan niat abis. James Cameron meng-hire seseorang (atau tim?) untuk menciptakan bahasa Nav’i. Serius loh? Itu kan artinya niat abis! Menciptakan bahasa artinya dia mempertimbangkan faktor aksen, pronounciation, dialek, dan yang paling penting kesan yang dimunculkan dari bahasa itu. Berhubung ngga bisa nonton langsung karena Pandu sakit tea, gw jadi denger review dari orang-orang…semuanya bilang keren. Ga ada satu orangpun yang ngasi komen jelek. Tambah semangatlah gw buat nonton.

Setelah nonton…

Semuanya seperti yang orang bilang. Apa ya kata-kata yang tepat untuk menggambarkannya? Indah? Brilliant?

Dunia di Pandora yang digambarkan James Cameron indah banget. Trus gw mikir, klo imajinasi manusia aja bisa seindah itu, surga indahnya kaya apa ya? bisa beratus kali lipat lebih indah pastinya…

Ide bahwa dunia di Pandora itu saling terkait seperti sinapsis di otak manusia, brilliant. Apalagi konsep rambut bangsa Nav’I bisa dicolokin ke kuda atau burung (apa tu nama kuda dan burungnya?) dan setelah nyambung si hewan itu bisa membaca pikiran penunggangnya…kaya flash disk aja. That’s brilliant!

Pandu bilang ada adegan di Avatar yang mengingatkannya dengan QS 105, Al-Fil. Ketika the Big Tree di Pandora dihancurkan, mengingatkan Pandu akan penyerangan Mekkah. Sementara waktu pohon tempat bangsa Nav’I berdoa pada Eywa (duh lupa apa nama tempatnya?) diserang trus bangsa Nav’I dibantuin sama pasukan Badak dan burung besar yang menghujani dengan batu? Familiar? Similar dengan cerita upaya penyerangan Ka’bah dimana Allah mengerahkan pasukan Gajah dan burung ababil yang menghujani dengan batu yang berasal dari tanah yang terbakar.

Always love Pandu’s thoughts btw :)

Film kedua: Sherlock Holmes

Nonton tanggal 30 Des 2009 di 21 Plaza Endonesah sama Pandu

LOVE, LOVE IT!!! Pengen lempar sepatu sama si Robert de Niro wannabe yang bilang filmnya boring, ROTFL

Agak subyektif *grin* karena Robert Downey Jr dan Jude Law? Boleh jerit ga? Boleh ya? hahaha

Cerita Sherlock Holmes aja udah sangat menarik, difilmin dan dibintangi oleh mereka pulak? Ggegegegeg…

Ceritanya bagus, walaupun ceritanya standar dan rada ketebak seperti biasanya cerita Sherlock Holmes atau Hercule Poirot (I told you I’m very subjective, hihi)

Tapi yang keren adalah actor yang memerankannya, rasanya pas banget yang meranin Sherlock Holmes dan Dr. Watson mereka berdua. Abis itu gw malah langsung keingetan Hercule Poirot-nya Agatha Christie. Klo diinget-inget ternyata gw lebih banyak baca cerita Hercule Poirot dibanding Sherlock Holmes dan betapa bertolak belakangnya kedua karakter itu. Gw baru tau belakangan klo ternyata Agatha Christie memang menyindir Sir Arthur Conan Doyle dengan menciptakan karakter Hercule Poirot. Kenapa? Hercule Poirot bisa menuntaskan kasus hanya dengan duduk di kursinya menggunakan sel-sel kelabu di otaknya dengan mengambil pendekatan psikologis dari kejahatan dibanding kesana kemari mencari petunjuk seperti Sherlock Holmes. Selain itu, Hercule Poirot rapi jali, hihi geli deh, tapi Sherlock holmes-Robert Downey Jr walo berantakan (dan kliatannya bau, haha) mah keren gilak!

Ngga sabar nungguin film-film taun 2010, beberapanya adalah:

Sex & the City II

Iron Man 2

Shrek 4 Forever After

Twilight 3 Eclipse

Harry Potter & the Deathly Hallows Part I

31st Dec2009

Random Eavesdrop

by metariza

Lokasi                    : antrian beli tiket 21 Plaza Indonesia

Waktu                   : 30 des 2009, jam makan siang

Background        : Gw lagi ngantri mau beli tiket Sherlock Holmes di depan 2 cowok bergaya keren. Yang satu (mari kita beri nama pria A), late thirties, pake celana pendek motif kotak-kotak (burberry kayanya) dan kaos rada ketat, rambut klimis, sepatu loafer dengan menenteng must have item masa kini, BB Onyx…sekilas mengingatkan sama Robert de Niro (duh kege-eran pasti tu orang klo gw bilang mirip Robert de Niro, haha) sementara yang satu lagi masih muda (pria B), pake celana panjang item, kemeja item, jas item, sama klimisnya…jude law wannabe banget pokonya.

Maab ya sebelumnya ngga tau obrolan mereka macem apa, gw kan baru denger di tengah…hehe

Pria A    : Alvin itu lucu banget loh…

Pria B     : jadi kita nonton itu aja nanti sore?

Pria A    : iya, itu aja…lucu banget makanya gw mau nonton lagi

Pria B     : oh lucu ya…ok. Katanya Sherlock Holmes bagus banget tu

Pria A    : ah gw udah nonton waktu midnite kemaren. Tidur gw…boring gitu ceritanya

Pria B     : ogitu ya…

Pria A    : udahhh kita nonton Alvin aja, keren banget filmnya…lucu abis, daripada nonton Sherlock Holmes

… … …

2 guys

Gayanya keren dan if I may say 2-2nya ganteng!

Ngantri beli tiket bioskop berdua

Lebih milih nonton chipmunk dibanding Sherlock Holmes

Even more, nonton chipmunknya untuk kedua kali

Tidur pas lagi nonton Sherlock Holmes?? What? What?

Boleh komen? Boleh? boleh ya … please?

&#^$^%!#(*#@(%^

LMAO

15th Dec2009

Random Stuff (a.k.a ga penting)

by metariza
  • Tiba-tiba inget kejadian (udah rada lama sih), gw ke toilet kantor siang-siang trus ternganga liat ada undies lagi dijemur di bawah handryer. Gak masalah sih jemur undies klo ada emergency (apapun itu) di bawah handryer, selama jemurnya NGGAK di atas gelas sikat gigi kita semuah! OMG, gw langsung buang sikat gigi gw trus pusiang mikirin mau naro sikat gigi dimenong supaya aman. Jangan-jangan hal itu tersebut diatas udah sering terjadi lagi…OHMEYYYNNNN :(
  • Misal, lo pernah ngebahas satu hal sampe detil dan berkali-kali di dunia maya. Suatu hari, ada orang ni nanya tentang hal itu, please don’t be mad. Maybe…you’re just not that famous sehingga orang tersebut ngga tau bahwa lo pernah nulis hal itu berulang-ulang. Dan juga jangan langsung menyimpulkan orang itu ngga mau usaha nyari tau tentang hal itu…hey, itu yang dia sedang lakukan bukan? Mencari tau dengan nanya ke lo…
  • Sepanjang berkarir (tsahhh) bos-bos gw sekarang (sampe 2 level di atas gw) adalah yang ter-OKE, bisa diskusi, bisa di’ganggu’in kapan aja, klo gw lagi overload banget, doi mau ikutan ngerjain bagian gw dan appreciate kerjaan gw, klo lagi senggang doi suka curcol, haha.
  • Shoot, besok Pandu musti ke luar kota :( mau nangis karena 3 hari lagi gw ulangtahun
  • Ga jadi nangis karena katanya kamis udah pulang :)
  • Baru tau ternyata pronounciation Hermes sampe saat ini masih diperdebatkan…haha ada yang bilang ‘air-mess’ ada yang bilang ‘er-mes’ dengan silent s ada yang bilang ‘er-me’. Udahlah harganya bikin Pandu nyeramahin gw panjang lebar (Beb, aku kan ngga minta beliin …cuma kasi info aja harganya berapa, kan situ yang nanya duluan), masa pronounciationnya aja bikin orang berantem? Hahaha
  • Titi bikin nasi kebuli enak banget tadi malem dan fussili buat sarapan yang edan enaknya
  • Pengen nge-date minggu ini…makan dimana ya?
  • Pandu udah sampe, gw mau balik dulu…lapeeeeeeeeerrrr