by metariza
Klo udah punya anak, pasti punya pengalaman yang berkaitan dengan ‘beli mainan’ entah itu anaknya yang ngerayu/bujuk/maksa/nodong minta beliin mainan atau kitanya yang suka ga tahan pengen beliin mainan untuk nyenengin anak.
Gw sama Pandu termasuk ngga jor-joran beliin mainan, or at least that’s what we think. Nara dibeliin mainan pas ulang tahun atau ketika dia berhasil melakukan sesuatu yang major misalnya waktu dia tidur di kamar sendiri atau kondisi khusus misalnya waktu Leandra lahir, kita kasih kado yang ceritanya kado itu dari Leandra untuk kakaknya.
Kondisi lain dimana Nara dapet mainan adalah klo Pandu pulang dari luar kota. Itupun nggak pernah sesuatu yang besar atau mahal…biasanya Pandu beli di airport. Kadang miniatur pesawat, mainan kecil atau bahkan kadang ‘cuma’ coklat yang didapet pas penerbangan…yang penting ada sesuatu yang dbawain buat Nara. Hal ini dikarenakan Pandu pengen punya tradisi atau habit antara dia dan Nara yang mudah-mudahan akan diingat Nara ketika besar sebagai sesuatu yang indah, just between them. Klo buat gw itu sesuatu yang menyenangkan, gw juga tau gimana senengnya karena tiap pulang Pandu juga bawain sesuatu buat gw. Nothing fancy, but sweet…Pandu (hampir) selalu bawain gw Quickly yang dibeli di airport. Padahal Quickly ada dimana-mana, tapi karena Pandu membuat itu sebagai rutinitas-klo-keluar-kota, rasanya menyenangkan
Gimana dengan grandparents yang biasanya suka splurge on toys buat cucunya?
Nara cucu pertama dari keluarga Pandu…jadi, eyang definitely splurge! big time! Tapi lagi-lagi Alhamdulillah punya mertua yang sangat kooperatif, sangat support kita apapun yang kita terapkan sama Nara dan gak pernah mengkritik (atau mungkin mengkritik tapi dengan cara yang sama sekali nggak kerasa sama kita ya jadi kita ngga sadar) gaya parenting kita. Jadi, walaupun eyang sering banget beliin Nara mainan (yang kita mikir seribu kali buat beliin, atau gak kepikiran sama sekali karena faktor harga) tapi biasanya eyang akan kasih mainannya lewat kita, jadi kita yang atur kapan mainan itu akan dikasihin ke Nara. Nanti waktunya Nara dikasih mainan, kita kasitau itu dari Eyang dan kita minta Nara telp Eyang untuk bilang terima kasih.
Berarti cuma dikit dong yang dikasih ke Nara? Hehe ya dengan hasrat menggebu seorang eyang untuk nyenengin cucunya, mainan yang dibeliin buanyyak banget, tapi karena tau kita ngebatasin ngasi mainan ke Nara, walhasil sebagian mainan ditaro di rumah Eyang. As far as Nara knows, mainan itu punya eyang yang boleh Nara pinjem klo Nara lagi main di rumah Eyang. Fair enough right?
Klo dari bokap nyokap gw…not so much. Karena memang beda gaya parenting aja kali ya. Selain itu kita nggak tinggal satu kota dan jarang ketemu. Selama ini bokap klo ke Jakarta suka beliin sesuatu buat Nara atau kasih uang ke gw minta tolong gw yang beliin karena ngga ngerti katanya. Waktu gw masih kecil, gw bisa ngitung mainan gw apa aja…bisa pake 2 tangan ngitungnya. My parents didn’t have that much money, jadi mereka lebih rela klo ada uangpun…dibeliin buku instead of mainan buat kita. Kadang klo udah mati gaya karena semua buku udah dibaca, ya dibaca ulang tuh buku. Hasilnya gw, adek gw dan si kakak masih inget plek plek tuh isi buku cerita kita, haha. I grew up just fine…gw nggak tertarik sama mainan soalnya. Entahlah emang dari pribadi gw atau karena emang ngga punya pilihan
Gw bahkan ga tertarik sama sekali sama Barbie. Tapi gw sering beli boneka dari kertas yang dijual di sekolahan. Tau kan? Yang kita bisa ganti-ganti bajunya itu. Kayanya itu doang deh mainan gw…klo udah lecek, beli lagi pake uang jajan gw…hihi. I was happy enough
jadiiii gw percaya klo nggak perlu mainan mahal untuk bikin anak seneng.
Balik lagi ke Nara ya *maap suka ga fokus
*
Kita punya kebiasaan (entah jelek apa ngga) klo ke mall pasti mampir ke toko mainan. Gw gak tau gimana awalnya, mungkin karena di tiap mall ada toko mainan? Hehe *buang bodi* ya dulu kita mungkin ga sadar klo ke mall suka ngajak Nara masuk toko mainan, trus nunjukin mainan-mainan dan cerita tentang mainan itu. Berhubung Nara tipe anak yang ngga minta-minta dibeliin mainan di toko, jadi kita santai aja. Paling banter Nara jadi lama di toko mainan ngeliatin dan pegang-pegang mainan. Nahh, akhirnya sekarang tiap ke mall ya gitu deh, pasti Nara minta ke toko mainan buat liat-liat.
Alhamdulillah sampe sekarang Nara nggak pernah merengek minta beliin mainan. Cuma beberapa minggu lalu tiba-tiba ada percakapan gini:
Nara : Ayah, kenapa sih klo kita ke mol Nara ngga pernah dibeliin mainan?
Ayah : gini kak, klo mobil kita bensinnya udah penuh, trus kita beli bensin lagi gimana?
Nara : tumpahlah…
Ayah : nah, sama kaya mainannya Nara…klo mainannya ditambah terus, nanti gak muat di kamarnya Nara
Nara : gini gini…coba Ayah pikir, klo Nara mainannya Cuma sedikit…Nara seneng ngga?
Plis deh, kita kan tidak sepelit dan sejahat yang tergambarkan ucapan Nara…pencemaran nama baik inihh!
Gw jadi inget beberapa minggu sebelum ulang tahunnya yang ke4, Nara ngomongin betapa dia pengen punya Buzz Lightyear, sampe rutin disebut dalam doa sebelum tidurnya. Jadilah Pandu menghadiahi Nara Buzz Lightyear untuk ulang tahunnya bulan April lalu. So he (finally) got what he asked for right?
Nah, pas hari ulang tahun, Eyang ngajak Nara ke toko mainan dan dia boleh pilih kado ulang tahunnya. Entah kenapa hari-hari itu dia lagi obsessed sama pemadam kebakaran. Jadi dia pilih satu set peralatan pemadam kebakaran beserta kopernya. Kebetulan toko mainan itu ngeluarin set-set yang lain, salah satunya set peralatan dokter. Gw tawarin yang dokter karena setau gw dia juga tertarik. But he firmly said no. Bahkan ke adek gw pun dia mintanya kado truk pemadam kebakaran.
Udah kan nih ya…
Ehh beberapa hari setelah memiliki set pemadam itu, dia ngomonnnnng mulu sama gw klo dia pengen set peralatan dokter. One thing I admire from Nara is dia ngga merengek minta-minta beliin (walaupun untuk hal-hal lain kadang bisa merengek sampe nangis, misalnya minta nonton tv lebih lama dari yang gw kasih). Dia hanya secara konsisten mengulang betapa dia ingin sekali punya peralatan dokter itu. Jadi percakapan rutin gw/Pandu dan Nara (ini terjadi tiap hari yah, bahkan kadang bisa beberapa kali dalam sehari) dimulai dengan dia mengingatkan bahwa ada lohhh peralatan dokter di toko mainan dan peralatan itu keren. Kita akan jawab “hmm, iya bagus” trus Nara akan lanjutin “Nara pengen deh punya” trus kita jawab, “kan waktu Nara ulang tahun udah ditawarin, tapi Nara mintanya peralatan pemadam kak”. Lalu Nara akan lanjutin, “yaudah, sekali-sekali nanti pas Nara ulang tahun yang ke5 (‘sekali-sekali’ tapi kok pake kata ‘nanti’?) Nara mau kadonya peralatan dokter aja ya” trus kita bakal bilang “ok” dan ditutup dengan Nara ngomong dengan mata berbinar “aduhhh, Nara udah ga sabar mau ulang tahun yang ke5”
Percakapan itu terjadi setiap hari, apalagi klo pas kita ke mol dan masuk toko mainan itu.
Setiap hari…
…
Sampai kemaren ada mainan baru (entah beneran baru entah Naranya aja yang baru liat) di toko itu, yaitu set peralatan petualang!!! Gw nggak ikut nemenin pas dia lagi nyobain mainan itu sama mbak-mbak toko mainan karena gw lagi nidurin Leandra di depan toko. Gw Cuma ngeliat aja dia asik mainin peralatan petualang itu. Sebelum keluar Nara bilang klo dia pengen punya…waktu gw ingetin soal peralatan dokter, Nara bilang dia pengen peralatan petualang aja. I gasped!
Tampaknya pamor peralatan dokter beralih ke peralatan petualang.
Here we go agaiiiiiiiiiiin
Sebelum tidur tadi Nara melakukan presentasi berisi proposal supaya gw mau mempertimbangkan untuk membelikannya set peralatan petualang, untuk ulang tahunnya tahun depan *tetep*
Bayangin ketika ngomong ini, mukanya serius dan mata Nara berbinar-binar dengan tangan memperagakan apa yang diucapkan sama seperti gw waktu lagi ngerayu Pandu buat ganti hp, haha
Nara : Bunda, bunda tau ngga kemaren di toko mainan ada peralatan…pe…pe…(doi lupa namanya) *thinking hard*
Me : petualang?
Nara : IYAAA…petualang! *smiling from ear to ear*
(dan mulailah Nara ngomong non stop bak lagi presentasi di depan CFO)
Keren sekali mainannya…ada kaca pembesarnya bunda. Klo pake kaca pembesar, kita bisa lihat remah-remah! *it’s-super-duper-cool-loh-bunda look* nanti Nara bisa jadi detektif, klo di mobil ada remah-remah, Nara akan selidiki siapa yang bikin remah-remah. AHA! nanti ketauan orangnya…
Terus…ada teropongnya juga *sambil pura-pura megang teropong dan ngeker* teropongnya bisa diputer-puter loh Bunda. Kita bisa lihat benda yang jauh jadi terlihat deket. Keren sekaaali…
Me : iya ya kak…keren.
Nara : Nara pengen sekali punya peralatan petualang itu Bunda
Me : ngga pengen peralatan dokter lagi kak?
Nara : peratalan petualang aja. Nanti klo Nara ulang tahun yang ke5 Nara mau dibeliin itu ya Bunda?
Me : boleh kak…nanti ya klo ulang tahun lagi.
Silence…for a while I thought he’s already sleeping.
Tiba-tiba, bangun lagi trus duduk ngadep gw
Nara : Bunda…
Me : ya…
Nara : ada talkie talkienya juga loh…ada 2, yang satu ada antenanya, yang satu nggak. Jadi satu buat bunda, satu buat Nara. Klo Bunda tersesat kita bisa ngomong di talkie talkie, trus Bunda tunggu di taman sini, trus nanti Nara bisa jemput Bunda…*with a very serious look*
Me : *meluk Nara*
Nara : Oya, ada senternya juga Bunda…
Gw langsung kepikiran buat nulis ini di blog.
Gw harus tulis ini…supaya gw bisa baca beberapa tahun lagi, dan tetap inget betapa polos, persistent dan tacticalnya Nara dalam berusaha mendapatkan yang dia mau. Semoga sampe gede Nara bisa mempertahankan attitude ini.
Klo suatu saat nanti dia mau menyerah dalam menghadapi apapun, gw akan ingetin ‘perjuangan-perjuangannya’ waktu dia masih sekecil ini.