04th Apr2011

Converting to BLW

by metariza

Setelah ngerasain nyuapin Leandra dengan metode yang dulu gw pake pas MPASI Nara yaitu dengan spoonfed seperti gw ceritain disini, gw pun mulai mempertimbangkan metode Baby Led Weaning atau biasa disebut BLW. Tadinya gw pengen spoonfed karena pengen nyuapin, hihi…tapi setelah beberapa hari Leandra menunjukkan muka ngga hepi..gw jadi dejavu deh sama waktu MPASI Nara yang akhirnya malah bikin stress karena udah cape cape bikin makanan yang sehat ehhh nyuapinnya susah banget dan anaknya juga ngga hepi.

Nah, abis itu gw mulai tanya-tanya sama temen-temen yang mempraktekkan BLW ke anaknya, makin tertarik…trus baca (lagi…dulu pernah baca tapi cuma buat nice to know aja) tret BLW di TUM walopun sampe detik ini belum tamat juga (panjang banget giling sampe 57 page, gw baru sampe page 13 *hossshhh*) tapi udah lumayan ke-grasp idenya.

What is BLW?

Metode ini membiarkan bayi makan sendiri sejak dari mulai makan makanan padat pertamanya dan skip periode puree dan langsung memberikan finger food. Orang yang pertama kali mengenalkan metode ini dan menamainya BLW adalah Gill Rapley, papernya bisa dibaca disini.

Logika di balik metode ini sangat masuk akal buat gw, makanya gw tertarik banget nyobain BLW buat Leandra (Gw ambil dari penjelasan Baby Center mengenai BLW). Sejak tahun 1960-an, umur yang disarankan untuk memulai mpasu bergeser dari 3-4 bulan menjadi 6 bulan…namun cara mengenalkan solid food kepada bayi masih menggunakan metode pengenalan bayi 3-4 bulan yaitu dengan puree. Nah, sebenarnya bayi umur 6 bulan itu udah mampu memegang makanannya dan memasukkannya ke mulut. Tau sendiri kan bayi dari sejak umur 4-5 bulan udah doyaaaan masukin apapun ke mulutnya. So why not her own food?

Caranya gimana?

Caranya sesederhana memberikan makanan di depan bayi yang telah dipotong sesuai dengan apa yang bisa digenggam tangan bayi. Kalo bayinya suka ya dia makan, klo nggak suka ngga dimakan. Menurut gw ini make sense banget karena bagaimanapun bayi juga manusia dalam ukuran yang mini, berarti mereka juga punya preferensi dan pilihan kan? Klo disuapin…mereka ngga punya pilihan. Tapi klo disodorin, mereka punya pilihan untuk makan apa yang mereka suka. Selain itu, metode ini lebih fokus ke eksplorasi rasa, bentuk, warna dan tekstur daripada pemenuhan asupan gizi karena esensi mpasi juga adalah pendamping asi, bukan makanan utama. Jadi sampai dengan satu tahun, makanan utamanya ya tetep asi, mpasi hanya untuk pengenalan saja supaya pada umur 1 tahun sudah terbiasa dan mengenal banyak ragam makanan. Once again, make sense!

Syaratnya bayi harus sudah bisa duduk tegak (lebih baik di highchairnya) untuk mencegah tersedak. Pintarnya bayi-bayi adalah (berdasarkan yang gw baca ya, belum ngalamin) mereka bisa membedakan mana yang bisa mereka telan dan mana yang tidak bisa. Klo ngga bisa ditelan, akan mereka muntahkan.

Menunya apa?

Untuk 6 bulan bisa diawali dengan memberikan apel, pir, brokoli, labu, kentang (semuanya dikukus). Selanjutnya bisa ikutin makanan kita, dengan pengecualian standar untuk makanan bayi seperti nogulgar, fast food, kacang dalam bentuk asli yang bisa bikin tersedak, shellfish, hiu (eh?), marlin, madu, dan telur yang ngga mateng.

Untuk menu lain bisa dilihat disini sebagai referensi yaa. Untuk makanan yang udah dicobain Leandra akan gw posting di postingan berikutnya, sekalian mau bikin BLW diary Leandra…hehehe.

What are the do and don’t’s?

gw ambil dari websitenya Gill Rapley tentang BLW tapi males nerjemahin, jadi gw copas langsung aja yaah dari websitenya:

  1. DO offer your baby the chance to participate whenever anyone else in the family is eating. You can begin to do this as soon as he shows an interest in watching you, although he is unlikely to be ready to put food in his mouth until he is about six months old.
  2. DO ensure that your baby is supported in an upright position while he is experimenting with food. In the early days you can sit him on your lap, facing the table. Once he is beginning to show skill at picking food up he will almost certainly be mature enough to sit, with minimal support, in a high chair.
  3. DO start by offering foods that are baby-fist-sized, preferably chip-shaped (i.e., with a ‘handle’). As far as possible, and provided they are suitable, offer him the same foods that you are eating, so that he feels part of what is going on.
  4. DO offer a variety of foods. There is no need to limit your baby’s experience with food any more than you do with toys.
  5. DON’T hurry your baby. Allow him to direct the pace of what he is doing. In particular, don’t be tempted to ‘help’ him by putting things in his mouth for him.
  6. DON’T expect your baby to eat any food on the first few occasions. Once he has discovered that these new toys taste nice, he will begin to chew and, later, to swallow.
  7. DON’T expect a young baby to eat all of each piece of food at first – remember that he won’t yet have developed the ability to get at food which is inside his fist.
  8. DO try rejected foods again later – babies often change their minds and later accept foods they originally turned down.
  9. DON’T leave your baby on his own with food.
  10. DON’T offer foods which present an obvious danger, such as peanuts.
  11. DON’T offer ‘fast’ foods, ready meals or foods that have added salt or sugar.
  12. DO offer water from a cup but don’t worry if your baby shows no interest in it. A breastfed baby, in particular, is likely to continue for some time to get all the drinks he needs from the breast.
  13. DO be prepared for the mess! A clean plastic sheet on the floor under the high chair will protect your carpet and make clearing up easier. It will also enable you to give back foods that have been dropped, so that less is wasted. (You will be pleasantly surprised at how quickly your baby learns to eat with very little mess!)
  14. DO continue to allow your baby to breastfeed whenever he wants, for as long as he wants. Expect his feeding pattern to change as he starts to eat more solid foods.
  15. If you have a family history of food intolerance, allergy or digestive problems, DO discuss this method of weaning with your health advisers before embarking on it.
  16. Finally, DO enjoy watching your baby learn about food – and develop his skills with his hands and mouth in the process!

Hal lain yang membuat gw tertarik akan BLW adalaaahhh kelebihan BLW yang terbukti (so far klo baca pengalaman orang-orang sih) mencegah anak menjadi picky eater dan GTM karena anak terbiasa memilih makanan yang dia suka tanpa paksaan dan terbiasa dengan berbagai macam jenis makanan, tekstur, rasa dan warna…jadi lebih gampang makan.

Jadi dengan ini, bismillah…I’m converting from spoonfed to BLW. Semoga Leandra menikmati prosesnya dan nanti makannya jadi gampang, amiiiin ya rabbal alamin…

12 Responses to “Converting to BLW”

  • horeeee….gue pun pencinta BLW. Terbukti sekarang anak gue makannya gragas, tp kayanya sih itu karena emang rakus aja, bukan karena BLWnya. But BLW is sure fun and inspiring, takjub banget liat perkembangan motorik si anak selama BLW.

    • Iyaa lucu ya ngeliat proses dia belajar makan mulai dari mengamati makanan di depannya, pegang2, masukin ke mulut trus liat ekspresinya pas ngerasain makanan. Klo suka, senyum. Klo ngga suka, mengernyit…hihi

  • Ayahnya Leandra

    Gile, canggih benerrr emaknya Leandra nih :)
    Btw,melihat nafsu makan aku (dan kamu) sekarang, jadi kepikiran dulu kita BLW ngga yah? ahhahaha…

  • Aku tak sanggup BLW :D Tapi mungkin ini gara2 1 bulan pertama MPASI gue ga langsung BLW ya, gara2 makannya di stroller (blom ada baby chair) jadi mungkin begitu dicobain BLW Nara malah bete, langsung marah2 gitu pas gue suruh makanannya diambil sendiri. Dan gue udah kebiasa Nara makan banyak dengan disuapin, jadi agak2 gimana gitu pas liat dia ga nyentuh makanannya. Ya sudahlah, mari disuapin!

    Eh pernah sih ada saat menyenangkan waktu (nyoba) BLW, pas gue liat Nara makan apel dan potongan yang terlalu besar untuk ditelan dilepeh sama dia. Abis itu apelnya dibuang, ciutlah nyali gue untuk nerusin BLW.

    • Klo gw di posisi lo gw juga gak bakal BLW kayanya, hihi wong Naramu gampang banget makannya. Disuapin apa aja mangap…naramu bayi idaman semua ibu2 :D justru waktu makan jadi cepet klo disuapin kan? Oh ya satu lagi ty, klo gw masih kerja kayanya gw gak bakalan BLW, gw ngga berani mempercayakan si mbak menjalani proses BLW.

  • Tara separo2 BLW, maksudnya kadang sama eyangnya dikasih utuh2 (disuapin) tapi dia yg proses sendiri. *itu BLW bukan?”

    jadi misal jeruk, ntar dia masuk utuh2, trus biji sama ampasnya bisa dilepeh sendiri loh hihihihi

    • Wah Tara pinter banget bisa ngelepeh biji jeruk. Klo gitu berarti mix BLW sama spoon-fed. Klo dari yang gw baca gak ada metode yang benar dan yang salah, yang paling baik adalah yang paling nyaman dijalani oleh ibu dan anaknya aja :) so whatever works then it must be right…ya nggak?

  • “Oh ya satu lagi ty, klo gw masih kerja kayanya gw gak bakalan BLW”…. >>> JLEBBB!!! **keselek….

    Mudah2an nanti klo Kale udah mulai makan, bisa sempat nyobain metode BLW ini…

    Tfs ya Met…

    • Soalnya BLW musti diliatin banget Jo, klo gw masih kerja gw ngga bakal tenang ninggalin Leandra BLW sama mbak, takut kenapa-kenapa.

  • andina

    Hai kak, seneng baca tulisan kakak.. :) rasanya saya juga secara ngga sadar nerapin BLW ke anak saya.. (1y2m) Nao2 dr awal MPASI susah bgt makan..ok, saya ngga disiplin..krn dluan putus asa ngeliat anak yg susah makan.. Anaknya pengen ASI mulu, sampe hari ini. Nao2 ngga suka disuapin, maunya ya makan sndri gtu. Cm kalo fingerfood, saya kurang paham, harusnya apa ya yang anak2 suka.. Dia sukanya cuma makan nasi putih aja..dicomot2in.. Stress berat, kak.. Bingung harus gmna.. Ada saran buat fingerfood yg praktis? Nasi putih aja emang cukup? Skrg Nao2 lg ogah ngemil juga.. *crying* mohon pencerahan.. :)

    • haiyya…jangan panggil kakak dong, hihihi…

      Nao2 kayanya sama banget sama Leandra deh *hugs* sama persisss…sehari masuknya dikiit banget, cuma doyan nyusu aja. Udah coba screening zat besi sama tes ISK belum? klo Leandra ternyata ketauan kurang zat besi, jadi sekarang lagi diterapi minum penambah zat besi (Ferris) selama 3 bulan.
      Coba bikin fingerfood kaya nugget, perkedel atau arancini gimana? aku pernah post resepnya disini
      atau coba beli buku resep-resep finger food di gramedia. Aku juga pernah beli Top 100 Finger Food-nya Annabel Karmel, lumayan sih ada yang bisa dicontek…

      Klo kata dsa Leandra, nasi putih aja gak cukup karena isinya cuma karbohidrat…jadi perlu makan yang seimbang. Ini juga cukup bikin stress karena udah dimasakin menu yang sehat dan seimbang tapi anaknya gak mau buka mulut gimana? huhuuu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>