Senam Hamil di KMC
Di kehamilan kedua ini, gw lebih rajin ikut senam hamil dibanding waktu hamil pertama. Mungkin karena gw lebih sadar kalo gw itu males banget olahraga
jadi gw maksain buat senam hamil buat melenturkan badan *haiyah* dan juga karena gw sangat impressed dengan kelas senam hamil di Kemang Medical Care, jadi semangat buat ikut terus tiap minggu. Gw bener-bener dapet banyak informasi di kelas senam hamil; bidan yang ngajar senam hamil juga jago banget (menurut gw yaaa) she really knows what she’s doin dan durasinya lama…jadi berasa worth it, haha *ogahrugi*. Bayangin, bayarnya cuma IDR 50k per kedatangan, dan yang kita dapatkan adalah:
- Sesi materi yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan menyusui. Materi ini disampaikan oleh dokter yang praktek di KMC. Dokter-dokter tersebut bergiliran memberikan materi di kelas senam hamil. Sesi ini berlangsung sekitar 1 jam atau lebih, tergantung dari berapa banyak pertanyaan yang diajukan peserta senam hamil. Makin banyak yang nanya, makin lama sesi materinya.
- Handout materi
- Snack untuk peserta senam hamil dan pasangan
- Sesi senam hamil yang berlangsung sekitar 2 jam-an.
Berhubung gw cuma pernah ngerasain senam hamil di dua tempat, jadi gw cuma bisa bandingin dengan tempat gw senam hamil pas Nara dulu. Kebanting banget yang dulu…hehe.
Di KMC ini, gerakan senam hamilnya lebih variatif. Bidannya menjelaskan dengan detail manfaat dari setiap gerakan senam hamil yang diajarkan. Ngga cuma gerakan senam hamil yang diajarkan, tapi juga seluruh hal-hal yang berhubungan dengan persiapan melahirkan seperti apa yang akan terjadi pada saat proses persalinan, apa tanda-tanda melahirkan, tanda-tanda kita musti segera ke rumah sakit, apa yang terjadi di ruang bersalin dll. Sekali lagi, menurut gw bidannya sangat kompeten, dia ngga bosen mengulang informasi yang sama tiap minggu dengan detail dan speed yang (kurang lebih) sama
Nah, dari beberapa kali gw ikutan senam hamil di KMC, gw pengen share beberapa do’s and don’t’s di kelas senam hamil ini, huehehe penting ga sih? Biarin, lagi iseng sambil nemenin Nara nonton Ben10, hihihi…
Do’s
- Come with your spouse. Kenapa? Walaupun peran suami di senam hamil agak-agak figuran (cuma kebagian satu scene) tapiiii suami perlu ngerti informasi-informasi yang disampaikan bidan pengajar senam hamil, misal pernafasan, bayangan apa yang akan terjadi di ruang bersalin plus apa yang harus dilakukan sang istri. Kebayang kan nanti pas melahirkan most likely si istri akan LUPA tuh informasi yang diajarin bidan pas senam hamil. Disitulah suami akan berperan besar, karena harusnya doi ngga sepanik istri dong (karena kan ngga ngerasain tuh yang namanya kontraksi dll) sehingga bisa mengingatkan istrinya apa yang harus dilakukan dan menenangkan istrinya.
- Pakai pakaian yang nyaman karena gerakan-gerakannya manstap, huehehe. Gw biasanya selalu pake celana training yang buat jogging (gak pede pake legging, hihi) plus kaos dan jilbab langsungan. Pernah sekali gw pake jeans hamil karena abis senam hamil ada acara dan males ganti baju. Hadeh, gak nyaman banget karena jadi susah melakukan gerakan-gerakan ciamik itu
- Minum yang banyak. Jangan sampe dehidrasi. Di sana disediakan gelas, teh, gula dan dispenser. Bisa bikin teh sendiri atau bolak balik ambil air mineral dari dispenser.
- Kelas senam hamil hanya ada sekali seminggu, hari Sabtu jam 09.00 – selesai (biasanya selesai jam 1-an). Peserta kelas senam hamil di KMC dibatasi sampai 9 orang. Sementara yang daftar rata-rata belasan orang sampe 20-an. Supaya ngga repot bolak-balik daftar, lebih baik daftar sekaligus untuk beberapa minggu. Nanti tinggal tunggu sms/telp dari bidannya apakah dapat tempat atau ngga.
- Gerakan-gerakan senam hamil yang diajarkan bisa dilakukan sendiri. Kebetulan gw punya buku Ensiklopedia Kehamilan dan Kelahiran oleh Dr. Miriam Stoppard (dapet hadiah kuis dari The Urban Mama, thanksss
) dan gerakan-gerakan yang diajarkan di kelas senam hamil KMC sama persis dengan yang ada di buku itu. Kayanya emang kiblatnya kesana, soalnya gw pernah liat bidan pengajar senam hamilnya bawa-bawa buku itu. - Klo takut ngga kebagian tempat untuk minggu-minggu berikutnya, rekam aja seluruh kegiatan senam hamil dari awal sampe selesai untuk dijadiin contekan di rumah.
Don’ts:
- Terlambat…gw pernah terlambat 2 kali, karena ada halangan yang bikin baru bisa berangkat dari rumahnya lama. Walhasil ngga kedapetan materi, nyampe pas senam hamilnya udah mau mulai. Masih dapet handoutnya sih, tapi lumayan kan klo dengerin materi langsung dari dokternya. Lagian yang lebih penting adalah klo terlambat kan kesannya ngga menghargai acara dan orang lain.
- Ngga dateng padahal udah konfirmasi dateng. Kan kasian sama orang lain yang ngantri dan berharap dapat tempat.
- Jangan pake baju yang kerah dadanya rendah karena ada gerakan-gerakan membungkuk. Like I said, di kelas senam hamil biasanya kan banyak laki-laki suami orang…risih kan klo pas bagian merangkak atau bungkuk dada kemana-mana? The other husbands akan risih, apalagi suami sendiri kan?
- Klo pake legging, jangan pake undies yang warnanya beda sama warna legging…hehe. Ini juga bikin risih soalnya banyak gerakan ngangkang gitu, hehehe. Gw sering liat yang pake legging jadi agak risih karena misalnya leggingnya item tapi undiesnya putih, walhasil pas ngangkang itu undiesnya keliataaaaan banget sama seantero peserta senam. Ngga enak kan?





