Kosakata Clodi
Revolusi di barang-barang bayi dalam 3 taun terakhir gila banget. Waktu jaman Nara baru lahir, suer gw ngga pernah denger yang namanya clodi. Ya udah ada kali ya tapi gw ga gaul
dan Nara pun masih perawan dari clodi. Untuk anak kedua, gw pengen pake clodi dengan pertimbangan lebih ramah lingkungan dan hemat secara financial (ih keren ya).
Ya trus? Udah dong, tinggal beli aja kok susah amat?
Not really!
Tau ngga sih kosakata dalam perclodian itu bikin gw mau nangis? Fleece, insert, soaker, flat liner, all in one, one size, pocket, freefold…endeske endebre yang gw temui di thread clodi di The Urban Mama. Gw pernah niatin mau baca page per page, tapi sampe skarang belum tamat juga, hehe gila ya bookkk buanyak banget!!! Suatu sore, ada satu temen di TUM bilang di twitternya klo dia baru kelar baca thread clodi…dari pagi! Errrrwhat? Sebelumnya katanya sih ada yang ngabisin waktu 3 jam buat baca itu, tapiiii waktu threadnya belum sepanjang sekarang, haha gw mo pingsan dengernya.
Salah satu temen di TUM, Otty menenangkan dengan bilang ngga usah dibaca smua, mending gw tanya aja apa yang gw pengen tanya ke dia…hehe that’s a better idea sih sebenernya. Tapi kan gw pengen bisa jadi sarjana thread clodi juga kaya Nyanya…haha (apaseehhh Met?).
Anyway, on my quest on clodi-lesson, gw browsing-browsing dan nemuin kamus perclodian di salah satu blog, yang ternyata blog itu adalah punyanya member TUM juga, yaitu Aini, hehe mami-mami TUM emang eksis berat *terharu dan bangga*. Abis baca postingannya Aini tentang Clodi, gw berasa dapet pencerahan. Lebay but true!
Dengan berasumsi bahwa orang-orang sejenis gw di dunia ini juga masih banyak, (pengennya gw itu sih, biar gw gak dibilang kuper sendiri…wkwkwk) jadi gw minta ijin Aini untuk copy paste sebagian postingan Aini khusus tentang Kamus-Istilah-Dunia-Perpopokkainan (KIDPK) yang doi susun (dan tentunya diijinin dong, Aini kan baik…hehe). So here it goes:
Flat-Diaper : a.k.a popok kain segi empatmodel-jadul yang lebar itu… Tau kan, yang harus dilipat dua jadi segitiga/pake teknik diaper-origami, trus dipakein ke si baby & disemat pakai peniti segede gaban supaya popoknya nggak lepas Salah satu teknik diaper-origami yang sering dipakai bisa dipelajari disini Flat diapers ini dibuat dari bahan muslin, katun atau tetra (anyaman benangnya agak carang/semi transparent). Karena dari kain, kalau babynya ngompol ya merembes juga. Kalau memilih untuk pakai popok model ini, siapkan area jemuran yang cukup luas untuk muat menjemur popok-popoknya (karena bahannya lebar, jadi cukup makan-tempat).

Pic from here
Prefold : popok segi empat yang selembarnya tebal & bulky, karena dibuat dengan menumpuk/melipat beberapa lembar popok kain sekaligus, lalu dijahit-tindas & di-neci sehingga menghasilkan selembar popok yang tebal di bagian tengahnya (sebagai lapisan-penyerap). Lapisan penyerapnya terdiri dari 8 lapis kain sehingga punya daya serap & daya tampung ompol yang tinggi, juga tahan dipakai agak-lebih lama (dibandingkan dengan flat diaper). Untuk pemakaiannya nggak perlu repot ber-origami-ria (meski saat dipakai tetap harus dipeniti supaya nggak lepas). Meski tebel, kalau prefold ini jenuh oleh ompol… ujung-ujungnya tetap merembes. Satu lagi : karena tebal, saat dijemur prefolds ini butuh waktu relatif lama untuk kering (lumayan bikin panik kalo dipake pas musim hujan).

pic from here
Diaper Cover : ada yang menyebutnya sebagai shell, atau popok celana plastik (??). Diaper coversebenarnya adalah popok penutup ekstra yang dipakai diluar flat diaper/popok tali/prefolds, untuk mencegah merembesnya ompol. Berabe aja kalau ompolnya baby merembes kena seprai, kasur, baju, kain sofa, kain gendongan, dkk. Cukuplah popok-basahnya aja yang diganti, sementara diaper-covernya bisa dipakai lagi untuk mencegah rembes

Pic from here
Bentuk diaper-cover menyerupai celana semi-popok dengan perekat velcro, kancing jepret (snaps) atau waistband karet. Umumnya dibuat dari kain yang bersifat menolak-air (PUL, kain wool, etc.), tapi ada juga yang dibuat dengan bagian dalam dilapis plastik (ini biasanya untuk yang kelas murmer). Karena bersifat menolak-air, diaper-cover (katanya) cukup diganti setiap dua-tiga kali pemakaian popok kain. Meskipun begitu, ortu tetap harus rajin-rajin mengecek kejenuhan popok kain didalamnya. Cara pemakaian diaper cover bisa dengan memakaikannya diluar popok kain yang sudah dipakai sama bayi (didobel)… atau mengisi diaper-cover dengan flat diaper/prefolds/alas ompol yang dilipet-lipet untuk menyerap ompol (seperti gambar berikut) :

Pic from here
Popok-tali : kadang disebut jugapopok ikat, popok serapan ataupopok konvensional… tergantung brand & penjual popoknya. Popok ini punya dua utas tali mengelilingi pinggang bayi buat menahan popoknya supaya nggak lepas. Biasanya dibuat dengan menambah ekstra kain di lapisan tengahnya (sehingga agak tebal di bagian yang banyak dipipisin), tapi yah tetap rawan tembus karena bahan yang dipakai cenderung tipis. Meski gitu, ada bagusnya juga, karena breathable & langsung ketahuan saat baby ngompol & merembes.

Pic from here
Fitted-diaper : popok bayi yang udah dibuat dengan pola, bentuk & size yang ngepas (fitted), beda-beda untuk tiap rentang usia bayi (petite-newborn, infant, toddler). Jadi ada ukuran newborn, S, M, L, XL…dkk. Untuk popok jenis yang ini biasanya nggak waterproof (butuh didobel pakai diaper-cover).

Pic from here
One-Size Pocket Diaper : berupa popok yang memiliki kantong (pocket) di bagian belakang/tengah untuk diisi sumpalan kain penyerap ompol. Popok jenis ini nih yang oleh para mama jaman sekarang sering disebut sebagaiCLODI (= Cloth + Diaper). Oalah… ternyata begitu ya Bagian dalam pocket-diaper dibuat dari bahan lembut yang cepat menyerap pipis namun permukaannya tetap kering (seperti fleece); sementara bagian luar popok dilapis kain yang bersifat menolak-air. Disebut one-size karena popok ini memiliki setting kancing-kancing & lipatan yang bisa diatur sedemikian rupa sehingga memungkinkan untuk dipakai anak dalam rentang-usia/rentang berat-badan yang lebih panjang (dipakai dari usia 3bulan – 2tahun++ (saat anak lulus toilet training), atau dari berat 3,5 – 15 kg). Untuk memperpanjang waktu pemakaian pocket diapers, tinggal tambahin aja jumlah sumpalan kain penyerap ompol. Tapi untuk mencegah bayinya terkena ruam-popok, ortu tetap harus rajin mengecek seberapa jenuhnya ompol yang sudah terserap (kalo nggak, samaaja kayak pake pospak dong). Sebelum mencuci, sumpalan kain penyerap ompol harus dikeluarkan dari kantong-popok.Pocket diaper ini dicuci & dijemur terpisah dari kain penyerap ompol, sehingga lebih cepat kering.

Pic from here
Insert : ini dia pasangan-sejatinyaone-size pocket diaper lazimnya disebutinsert, tetapi beberapa merk ada yang menyebutnya sebagaisoaker atau booster. Insert ini adalah lembaran kain penyerap ompol yang dimasukkan (inserted) kedalam kantongpocket-diaper. Dibuat dari bahan yang terkenal berdaya serap tinggi seperti microfiber, terry (sejenis handuk), hemp, bamboo-fibre ataukatun. Biasanya kalau beli sebiji one-size pocket diaper udah termasuk dikasih dua lembar inserts (ukuran kecil & besar). Biarpun selembar insertini kelihatan tipis, tapi dayaserap & daya-tampung cairannya besar (ada bahan insert yang tahan menyerap ompol yang diproduksi bayi selama 3-5 jam). Untuk menambah daya tampung ompol, tinggal tambahkan jumlahinsert ke dalam kantung popok. Note : flat diaper, prefolds maupun kain alas ompol yang dilipat-lipat bisa juga dimanfaatkan sebagai insert, tapi popok akan tampak tebal & bulky di daerah sekitar bokong. Oia, insert ini juga bisa dipakai bersama diaper-cover… hanya saja insertnya harus ditumpuk & beresiko kegeser sana-sini

Pic from here
All-in-One Diaper (AIO diaper) : berupa popok kain yang lapisan luar & lapisan-penyerap-ompol didalamnya dijahit menyatu, sehingga lebih praktis digunakan. Nggak perlu pasang sumpelaninserts, origami-lipet-lipet, pake peniti atau tali, pun bolak-balik memasangkan diaper-cover… tinggal dipakein aja ke si baby. Kancingnya bisa berupa perekat velcro atau kancing jepret (snaps). Hanya saja karena dijahit menyatu, bentuknya jadi bulky & tebal (di sekitar bokong) sehingga butuh waktu lebih lama untuk kering setelah dicuci. Beberapa produsen ada yang bikin AIO diapers dengan berbagai ukuran (S,M,L, dkk), tapi sekarang ada juga AIO diapers yang dibuat pakai ukuran one-sized (untuk dipakai dari berat badan 3-15 kg).

Pic from here
Nappy-liner : selembar kertas atau kain tipis yang diletakkan di atas popok kain untuk “menangkap” poop bayi. Nappy liner dibuat dari bahan yang tidak gampang koyak kalau kena air… memudahkan pipis terserap ke kain popok sekaligus menahan pup supaya nggak nempel di kain popok, sehingga popok lebih mudah dibersihkan & nggak bernoda kuning-kuning. Dijualnya dalam bentuk gulungan, kotakan seperti tissue (cuma lebih lebar), atau lembaran kain tipis. Umumnya poop yang tertahan di nappy liner harus tetap disiram ke toilet & nappy liner-nya dibuang terpisah… tapi ada juga nappy liner yang bersifat biodegradable & flushable sehingga nappy liner+poopnya tinggal diraup & dibuang semua ke kloset. Untuk nappy-liner dari kain tipis, bisa dicuci & dipakai-ulang (tapi sebelum dicuci, poopnya dibuang dulu ya ). Nappy liner bisa dipakai pada semua jenis popok kain… dari popok-jadul,prefolds, pocket diaper, sampai all-in-one diaper

Pic from here
Snappies : atau disebut juga nappies fastener & napkin fastener, adalah penggantinya peniti-bayi-yang-segede-gaban itu
Fungsinya sebagai penyemat flat-diaper & prefolds. Snappies ini terbuat dari karet elastik yang diujung-ujungnya ada semacam kait bergerigi (hook) dari plastik untuk dicantelin pada anyaman bahan popok-jadul/prefolds.

Pic from here
Cara pakainya kaya gini:

Pic from here
Kalo ada yang mau baca postingan lebih lengkapnya Aini bisa liat di sini dan di sini. Semoga berguna, dan thanks lagi ya Aini
Ahemm, postingan ini khususnya ditujukan buat Pandu, hehehe! Selamat membaca deardarling!





kalau mo pake clodi, jangan lupa mendidik para asisten rumah tangga, biar umur clodinya bisa diwariskan 7turunan seperti janji para penjualnya
gw dah bokek, clodi si poko habis di sikat lah, di setrika lah entah diapain, pokoknya bocor aja.. grr grr.. mana jaman gw beli, yang made in Indo masih jarang yg bagus. Yang ada gw tekor nih met, dan ga mau lagi beli
Cuci sendiri aja, met! Gue nyuci sendiri tuh clodi n bajunya Nara, soalnya berdasarkan pengalaman emang ART gue ga bisa diandalkan untuk instruksi yang “agak rumit” :p Daripada gue makan ati, ya gue cuci sendiri aja… Toh tinggal cemplung mesin cuci
Kalo siang2 clodinya kotor, gue wanti2 cuma boleh dibilas air biasa trus kalo nodanya ga ilang boleh pake Cussons stain remover.
BTW terharu nih, ada nama gue di blog orang. Gue harus mulai buat blog sendiri kali ya, masa nebeng eksis mulu
Ayo Met…mari bergabung di dunia per-clodi-an….sebagian clodi gw juga ada yang luluh lantak karena salah penanganan oleh ART…tapi ya mau gimana lagi…kalo ga ada ART, gw lebih pusing, hehehehehe
Gw tuh juga awal punya rencana loh met…pas Nara NB sampe 1-2 bulanan mau gw pakein prefolds+snappies atau +diaper cover berikutnya kalo da gedean baru lanjut pocket diaper atau ya ng AIO….
1 lusin Prefolds bahannya Indian Cotton+snappies+diaper cover merek Thirsties sudah tersedia.
Rencana lanjut ke clodi pocket dan AIO ga kesampean….why? ART pulangn kampung, ga balik2 dan ga dapet2…akhirnya pake dispo sampe sekarnag T_T maapan aku lingkungan
Anyway gw waktu tu beli dan cari info ttg prefolds di http://www.greenmountaindiapers.com sayang ga bisa ngirim ke Indo huhuhu
hihihi, gw malah baru ngeh lo udah punya tapi ga tau namanya apa aja wakaka,, thank u buat pencerahan nama2nya hehe
dulu sih niat suci gw mencuci semua keperluan Ghiffari seorang diri, Tapi di perjalanan pekerjaan menggila pulang udah capek banget jadi akhirnya ngajarin ART di rumah. N kalo malem clodi andalan si BBM udah abis yah gw masih *menyumbang sampah u/ bumi* alias pake dispo. Alasan utama udah ga mikir susah2 pengen cepet tidur. Payah nih gw,,,
Weh, consider my self very very lucky donk yah punya ATR yg gampang bgt diajarin. Clodi si Aks seeeemuanya baik-baik sadja. *biggrin*
…
ada sekali bu hehe tapi untungnya ziggie zag kalo BBM nangis gw meraung2 dah
tapi emang gw ajarin untuk memisahkan si cucian clodi sama yang lain khususnya yg bekas pup dipisah sama bekas pipis yaa biar ga melebar kotornya hehe…
walaupun ART gw *lemottt* tp yaa lumayan lah tenaganya buat gendong2 anak gw yang rada ndutt..
Makasih banget buat artikel kosakata Clodi-nya sist..scara gw mrasa males baca thread ttg Clodi yang bisa ngabisin waktu seharian. Hahaha… izin ngeshare postnya di FB yaaa! tengkss:*
Hai Aulia,
semoga bermanfaat.
sama-sama…tapi gw juga dapet dari link yang gw sebutin di postingan ini. My pleasure klo mau share postnya di FB, tapi mohon dicantumin sumbernya yaa (link dari postingan Aini)