Nara (and Pandu’s) 1st Lego Set
Setelah Nara naksir sama Optimus Prime, isenglah Pandu menceritakan tentang superheroes lain seperti Spiderman, Iron Man, Hulk, Google 5, Power Rangers (sori sori aja, tapi menurut gw power rangers itu ga keren sama sekali, bweeek) dll. Bukan nonton filmnya yang beneran sih, tapi Pandu menceritakan kehebatan mereka semua udah cukup bikin Nara jadi ter-wow-wow and he started to idolized them.
Akibatnya? Nara kerjaannya ngajakin ‘berantem-berantem-an’ melulu. Walaupun dia ngga menyakiti karena versi berantemnya adalah nabrak gw/pandu trus guling-gulingan peluk-pelukan. Klo sama gw tentu aja tambah hujan ciuman dari gw, hihi (well off course, because I always win and I get to kiss him…haha) tapiii gw agak ngga nyaman sama yang sekarang ada di pikiran Nara, bahwa semua harus ada penjahat dan jagoan. Ituuu aja yang dibahas sama Nara.
Jadi, gw dan Pandu pengen mengembalikan Nara ke jalur yang benar, LOL. Main yang lain, main lego misalnya. Kebetulan minggu lalu eyangnya mau beliin nara semacam Nintendo DS. Entahlah beneran Nintendo DS atau yang versi generiknya (but knowing him, I bet it’s the real NDS). Personally gw ngga mau anak gw mulai main video games di umur semuda ini. Gw sering banget liat anak seumur Nara di restoran, main NDS atau PSP seriuuuus banget, sementara bapak ibunya sibuk juga sama BB. Mereka makan sendiri-sendiri, abis selesai makan keluar restoran. No conversation at all, karena masing-masing anaknya dan ortunya sibuk sendiri. Terserahlah apa yang ada di pikiran mereka tentang gambar itu tapi gw gak mau itu terjadi sama gw. Jadi instead of beliin NDS, Bapak membelikan Nara, not only one, but 2 set of Lego. Plus beliin mat-nya juga.
Keluar dari Seibu, Pandu ngomong “Pak, dulu Pandu waktu masih kecil ngga pernah dibeliin Lego ya?”
Bapak diem aja…hihi
Jadi, bisa dibilang itu bukan hanya Lego pertamanya Nara, tapi Lego pertamanya Pandu
I’m so happy for you dear, hihi really.
But fyi, I never had a Barbie and I grew up just fine
Plus, I don’t want it even now.
Ok lanjut, reminder buat gw yang ga mau rugi ini: Klo beli mainan yang sesuai dengan range umur anaknya yah. Umur Nara 3. Lego untuk anak umur 2-5 tahun adalah jenis Duplo, yaitu yang ukurannya dua kali lipat ukuran lego biasa (dan harganya juga dua kali lipat *meh*). Dengan pertimbangan bahwa Nara udah ngerti untuk tidak memasukkan benda-benda selain makanan ke mulutnya, kita beliin Nara Lego biasa, untuk umur 4+. Trus satu set lagi, ngga ngeh klo itu untuk umur 5-12. Pinteeerrrr…
Tau bedanya? Set 5-12 itu kecil-kecil banget yaaah, asliii detail banget dan Nara tentu aja belum bisa maininnya
Tapi ada sisi positifnya sih. Pandu kesenengan main Lego.
Nara request minta bikinin apa, Pandu bikinin, Nara mandorin. Pas legonya jadi, semua senang…
will update the pics later.





yap, aku ngga pernah punya lego dulu dan mungkin karena itulah aku tumbuh menjadi orang yang sangat ngga kreatif dan kurang imajinatif,haha.. ditambah : nyanyi ngga bisa, gambar apalagi, komplit deh..
orang bilang, darah kreatf mengalir dari orang tuanya. well, certainly not me (and may be you too dear,hahaha). mudah-mudahan nasib nara ngga “seburuk” kita ya,haha..
anyway, lego itu pantes dihargai mahal (walaupun tetep aja kayanya overpriced). not to mention it’s unbelievably and hillariously fun!!!
huahhh gue jg suka bgt beliin lego buat azka
tp krn masih kecil jadi yg duplo ajah..gede2 baloknya dan simpel2
emang bete nya lbh mahal dengan isi yg lbh sedikit…tp ya gpp deh..sekali2 beliin utk mengasah kreatifitas nya