29th Jan2010

Momzillas

by metariza

Pandu gave me 4 novels as our 9th anniversary presents. The present symbolizes that he’s supporting me to do what I love, which is reading novels. One of the novels he gave me is Momzillas by Jill Kargman. I want to read this book since I gave birth to Nara, but it’s so hard to find in Jakarta. This is why he ordered it in Amazon, hehe. Reviewnya Harper’s Bazaar begini: “a sardonic and hugely witty peek inside the highly competitive world of the childrearing set on Manhattan’s Tony upper east side”. Ceritanya tentang kehidupan ibu-ibu muda borju di kawasan paling elit di Manhattan yang lebay (pamer gila) dan kompetitif abis, it should be funny…

Have I read all those books? Nope, not yet. The presents came under one condition, which is: I have to finish 3 parenting books I bought last month :P See, I bought them, not Pandu…which is why Pandu thinks it’s my obligation to finish what I started…hehe.

Howeveeeeeeer…he allowed me to sneak peek the Momzillas, nyehehe. The novel starts with the glossary of terms and abbreviations used in Momzillas. Here are some terms she (Jill Kargman) defines in the novel. *I re-write it from the novel, hope she doesn’t mind*

Affluenza: Malaise of the extremely wealthy; symptoms include panic over which color Bugaboo to buy and night sweats about which $20,000 pre-preschool to apply to. Common occurrences of dissatisfaction despite comfort of riches

Ball-on-stick: super-skinny pregnant woman who works out like crazy and counts calories, resulting in bony body with uterus as the only evidence of pregnancy. Often wear stilettos.

Blue ribbon birther: mom who brags about her natural childbirth and thinks she deserve a prize for forgoing drugs

Epidural Basher: woman opposed to the use of anesthesia during childbirth. Generally brags about her own long natural labor

Laborspiel: endless, minute-by-minute playback of mom’s labor; often peppered with unsolicited gory details, as it if the first birth in history

LM: Liar Mom; i.e., Madison slept through the night starting at two weeks old

Name Poacher: thief of someone’s already chosen baby name

Nursing Nazis: brigade of vociferous moms who compete over who breast-feeds longer; often judge/bitch out bottle-feeder

P’ N P’: Preggers and Proud; moms-to-e who bare belly in midriff-exposing shirts and/or often rub bump every two seconds. Often gush about how ‘alive’ they feel.

And many more..hihi

Can’t wait to read the whole story :D

28th Jan2010

Never-ending Questions in Life

by metariza

Pertanyaan-pertanyaan ini baru mulai muncul pas SMA kali ya? dimulai dengan pertanyaan orang ke orang tua kita atau kita sendiri “nanti mau ngelanjutin kuliah dimana? Jurusan apa?”. Level of annoyance is still minimum atau hardly recognized

Pas mulai tingkat 3 kuliah, mulai tu ditanyain kapan lulus?

Begitu lulus, ditanyain udah dapet kerja belum? Hebatnya, pertanyaan ini tak jarang ditanyakan di saat wisuda…canggih kan? Yang ditanya biasanya terbengong-bengong atau jawab “aku udah diterima di blah” untuk beberapa orang yang emang udah ngelamar dari sejak bikin skripsi mungkin? Hehe

Pertanyaan tentang “udah kerja dimana sekarang?” itu baru akan berhenti ketika kita udah kerja, biasanya diikuti dengan kerlingan penilaian dari mata penanya ketika kita jawab dimana kita kerja.

Tapi jangan seneng dulu, pertanyaan kemudian berganti jadi “kapan nikah?” dimana pertanyaan itu baru akan berhenti ketika kita udah salaman di pelaminan. Next, bahkan kadang beberapa hari setelah nikah, pertanyaan lanjutan udah dimulai yaitu “udah isi?”. Isi wasaisi, isi udang? Emang kita lumpia? Pertanyaannya juga variatif bahkan cenderung nuduh misal “udah hamil belum? Jangan ditunda-tundah ah, nanti kualat” mind you, padahal kadang kita belum sempet bilang ‘hai’ sama si penanya.

Nahh begitu hamil…lumayan bisa napas bentar, ya sekitar 9bulanlah, sampe hari dimana kita melahirkan, ujug-ujug (ujug-ujug = tiba-tiba dalam basa sunda, heeh punten say amah lebih sunda daripada padang) ditanya “kapan rencana anak kedua? Kadang cuma nanya doang, tapi ga jarang disertai sejembreng nasihat bahwa klo punya anak kedua lebih baik deket waktunya dengan yang pertama karena bla blu bla and so on and so forth BYEGH. Call me drama queen but these situations DO happen in real life! One of my aunts asked me when I plan to have my number 2, exactly 2 days after I gave birth to Nara. Speechless! I was still traumatized with all the pain and the image of bloods, and she asked me to get pregnant immediately? SICK!

Beda antara pertanyaan yang bener-bener menunjukkan kepedulian, kepo (setipe dengan yang sok tau) dan insensitive cukup tipis. Celakanya, kadang pertanyaan dengan niat baik, keluar dengan kalimat yang kurang pas di saat yang ngga tepat…hasilnya? Yang ditanya sebel atau ngga nyaman, hehe.

Contoh? Baru aja kejadian sama gw di acara keluarga besar akhir-akhir ini.

Tante    : Meta, belum hamil lagi? sok atuh cepet-cepet, Nara kan udah gede. Udah program atau belum?

Gw         : *labuset, ini banyak amat nanyanya…yang mana dulu?* udah kok… *tserah mau diartiin apa, udah program atau udah hamil…males*

Tante    : trus gimana? Udah hamil belum?

Gw         : udah…udah keguguran juga *sok polos*

Tante    : *ignoring the sarcasm in my last sentences (or maybe didn’t realize the sarcasm at all)* ya udah cepet atuh, coba lagi…

Gw         : *WTH? Are we talkin about a procurement process here?* iya tante…

Pengennya ya…pengennya klo ada situasi kaya gitu, bisa autopilot jawab manis dan berpikiran husnudzan. Tapi yaaa klo lagi PMS gimana?hehe alesan, ya pokonya sampe sekarang gw belum selalu bisa melakukannya. Sebenernya husnudzan bisa dengan 2 pemikiran. Yang pertama, bahwa si penanya punya niat baik dan berharap yang terbaik atas apapun yang sedang kita hadapi. Yang kedua, si penanya adalah tipe orang yang suka ngga tau musti ngomong apa alias kurang jago bersosialisasi (alias berbasa basi, ini gw banget!haha) jadi karena salting, suka tiba-tiba keluarlah pertanyaan-pertanyaan yang standar-tapi-lebih-sering-menjurus-ke-annoying tadi. Sama sekali ngga berniat kepo, sok tau, insensitive atau nyebelin…

Yuk, jadi klo ketemu orang yang suka nanya pertanyaan-pertanyaan tadi, kita jadiin tempat latian buat nahan sabar dan selalu berprasangka baik sama orang lain. *gw banget ni perlu latian, :P *

27th Jan2010

(Semi)Big Family Holiday – part 2

by metariza

continued from here

Day 3 – 20 Jan

Lunch

Feyloon

Jln. Raya Kuta No 98, Kuta -Bali

Telp 0361 766 308

Ide Siapa? Mamanie

Gw kan seleranya agak kampung ya, ga suka makanan mahal-mahal dan gaya kaya sushi, bebek, ubur-ubur, scallop, oyster, abalone, escargot, etc..mau muntah. Gw mah dikasi yang simple-simpel aja macem makanan endonesah (dan itali, hehe).  Nah, Feyloon ini katanya the best Chinese food in Bali. Jadi semua senang, makan ubur-uburlah, bebeklah, ina itu…sementara gw duduk manis udah cukup kesenengan dikasi dumplings udang dan udang goreng mayo…hehe. Nah, dari 2 jenis itu buat gw enak banget, rasanya lebih enak dibanding Duck King…nah klo ngliat wajah-wajah gumbira mereka, kayanya makanan-makanan yang ga gw suka itu juga lebih enak dibanding yang pernah mereka rasain di tempat lain…hehe kesimpulan ini bukan dari indra perasa gw ya tapi dari indra pelihat.

Feyloon

Anyway, abis dari Feyloon ini kita ke GWK

GWK

Sunset snack:

Klapa Pecatu – Dreamland Beach

Ide Siapa? Bayu

Klapa - Dreamland

Maksudnya bukan idenya Bayu untuk makan disana, tapi masuk ke Dreamlandnya lewat Klapa. Tempatnya keren, kaya Kudeta tapi dengan pantai Dreamland…nah bayangin aja bagusnya kaya apa. Tujuannya emang main-main di pantai, jadi ngga makan berat di sana. Lagian mau pingsan juga liat harganya…fettucini carbonara IDR140k, plus tax gw tau deh jadi berapa. Enaknya di Klapa nyediain tempat mandi buat yang abis main-main pasir. Dikasih handuk gratis tapi ngasi deposit IDR50k per helai handuk di muka (depositnya diambil lagi pas mulangin anduk). Asiklah ga pusing mikirin ganti baju dimana. Gw, Nara, Adek, Pandu dan Bayu mandi..namanya perempuan tentu aja lebih lama mandi plus pake bajunya. Pas gw naik lagi, Nara udah kelaperan minta makan…jadilah dia makan fettucini mehong itu, hahaha. Tempatnya enak banget buat liat sunset, tapi even bule-bule aja ngga ada yang makan disana…haha mahal siy. Jadi begitu matahari tenggelam, puluhan orang yang tadinya ada tiba-tiba aja ngilang…pasti kelaperan mau nyari makan di tempat yang lebih price-friendly, hahaha. Begitu juga dengan kita, abis Nara makan…buru-buru cabut ke daerah kuta makan di:

Dinner:

Kunti Japanese

Jl Legian 14, Kuta

Telp 0361 761454

Ide Siapa? Mamanie

Ini sushi muremerie… (tapi klo kata Pandu sih setelah diitung-itung mah sama aja dengan Sushi Tei), warung tepatnya…tempatnya kecil dan bergaya jepang banget. Sebelumnya Pandu pernah makan di Ryoshi…itu lebih enak katanya. Don’t ask me, kan gw ga suka sushi. Gw duduk manis makan sisa fettucini mehongnya Nara, wkwkwkwk.

Day 4 – 21 Jan

Lunch: McDonalds :D

Dinner:

Ultimo

Jl. Laksmana 104 X – Seminyak 80361
Telp 0361 - 738 720 atau 738 721

Ide Siapa? Mamanie

This is the best meal we had in Bali, menurut gw…lagi-lagi karena selera gw tadi. Buat yang lain mungkin yang paling enak makan di Feyloon, hehe. Kita dateng telat dari jam kita reservasi dan mejanya udah dipake orang…kita duduk di dalem dulu sambil nunggu meja di garden kelar. Mamanie itu bener-bener regular customer yang dapat privilege, si managernya sendiri yang nemenin kita milih menu, bahkan makanan gw ngga ada di menu. Dia tanya gw suka apa, gw bilang gw suka keju, jamur, krim dan voila dia ngomongin ingredients yang gw ngga ngerti dan akan minta kokinya bikinin sesuatu yang spesial. Pas dateng gw agak tertegun…apaan nih? Hahahaha enak sih, tapi ngga seperti yang gw bayangin, hehe maaf yaa tante. Saking baiknya dia bilang klo ngga suka, dibalikin aja ntar dia bikinin yang lain. Ha? Baek bener…gw tetep makan, tapi minta bantuin abisin sama yang lain karena gw pengen pesen Aglio E Olio-nya (Mamanie dan Adek pesen itu dan rasanya eeeeenak banget)…beneran deh, Aglio E Olionya simply the best I ever taste.

Btw meja kita di garden, deket banget sama panggung kecil untuk live music…Nara kesenengan nonton dengan mata ngga berkedip plus goyang-goyangin badan dan ngasitau semua orang “ini lagu jazz”, oke deh masss. Katanya tantenya cantik (penyanyinya), hahaha trus penyanyinya nyamperin Nara ngajak kenalan…asli ya anak gw malu-malu tapi mau abis, hahaha.

The best part is, sehubungan dengan kesukaan terbaru Nara…kita request lagu Obladi Oblada ke bandnya dan dinyanyiin, spesial untuk Nara. Asli yaa Nara mukanya lucu banget, dia kaya ngga nyangka si tante itu bisa nyanyi Obladi Oblada…Nara senenggg banget, sampe sekarang aja masih dibahas tu tante cantik yang BISA nyanyi Obladi Oblada.

Ultimo

Day 5 – 22 Jan

Pulaaaanggg ke ibukota…berenang sampe siang. Beres-beres, check out, cari oleh-oleh…belum makan siang, laper tapi pengen beli oleh-oleh. Jadi ditahan-tahan sampe di Bandara masih sempet buat makan, serbu Solariaaaa… semua terasa enak banget karena baru makan siang jam 4, :P

Pesawat ngga delay, Alhamdulillah sampe Jakarta pas magrib.

It was fun, exhausted but fun…but, there’s no place like home. We miss our petite home and it’s so good to be back in our bed :)

Terimakasih Bapak, Ibu, Mamanie, Bayu, Adek, Pandu dan Nara untuk semuanya…

27th Jan2010

(Semi)Big Family Holiday – part 1

by metariza

So here we are, back from our Bali holiday…looking all tanned (gosong maksudnya, bukan tanned-nya bule yang keren) and exhausted. Alhamdulillah, jadi juga liburan bareng-bareng selama 5 hari minggu lalu. Tema liburannya cuma buat santai-santai, yang dapat diterjemahkan jadi wisata kuliner, hiahaha. Eh selain menggendutkan perut, ada juga sih ke tempat yang berbudaya yaitu ke Garuda Wisnu Kencana. Untung aja Bapak ‘maksain’ kita kesini karena tempatnya bagus…ternyata suka dijadiin venue kawinan. Gw sama Pandu pengen kawin lagi jadinya, hahaha. Oke, pengakuan..sebenernya gw sama Pandu orangnya ngga terlalu seneng ke tempat-tempat gini… dalam arti ga mungkin tu kita pegi ke tempat-tempat gitu dengan inisiatif sendiri, tapi kalo dipaksa dan dianterin sih enjoy-enjoy aja… *dasar*. Selain ke GWK, kita main ke Bali Safari and Marine Park (I’ll tell you about this one in another post later)

Kita nginep di The Patra Bali

Ini alamatnya (copy paste dari websitenya, dasar malas)

THE PATRA BALI
Resort & Villas

Jl. Ir. H. Juanda, South Kuta Beach, Kuta 80361, Bali – Indonesia
Phone : 62 361 751 161,
Fax.   : 62 361 752 030

Lokasinya di sebelah bandara Ngurah Rai…hotelnya enakkk banget (jangan bayangin hotel Patra yang di dago bandung ya, hehehe), kamarnya gede dan murah. Eits, murahnya karena ibu punya diskon 85%, hihihi. Ekstra bed IDR400k semalem, trus ibu nelp ke resepsionis. Beberapa menit kemudian, resepsionis telp balik bilang extrabednya gratis, huahaha…puas.

Anihoo, peserta liburan ini adalah:

Semi-Big Family Member

Note: Bayu dan Mamanie baru bergabung hari selasa malem dari Jakarta tapi dengan flight yang berbeda, hehe. Mamanie adalah kembarannya Ibu yang tinggal di Bali tapi baru aja dari Jakarta. Nara manggilnya ‘Eyang Bali’.

What we do is basically eat and eat and eat, xixixixi. Oh and swimming too, hanging by the pool til past mid day (menjelaskan darimana datangnya kulit yang gosong), playin at the beach (pantai di depan hotel dan ke dreamland), ke GWK dan Bali Safari & Marine Park (eh udah disebut ya di atas, hehe ngga konsen amat sih nulisnya) dan yang terakhir adalah beli oleh-oleh di Krisna (jangan tanya dimana, gw pokonya tau sampe, cemplang cemplung belanjaan ke keranjang, bayar, minta dikardusin, pulang.

Sesuai request Dony supaya gw bikin daftar tempat makan mana aja yang gw datengin waktu liburan ke Bali minggu lalu, here it goes. Ada 2 tempat yang gak gw masukin karena di Jakarta juga ade, hehe McDonalds (ntahlah dimana lokasinya) dan Solaria, hehe… what do u want me to say about those place? I always love McD dan Solaria di Bandara Ngurah Rai itu juga enak-enak makanannya (yea I know dengan predikat gembul, emang kategori makanan cuma ‘enak’ dan ‘enak banget’)

Oya, pas kemaren gw liat foto-foto, ternyata ngga ada foto makanan Don…hehehe maaf ya, karena kelaperan ngga inget buat moto makanan, haha.

Anyway, here it goes…places we visited to eat in Bali

Day 1 – 18 Jan

Lunch:

Bubba Gump Shrimp Co.
Komplek Pertokoan Kuta Centre, Blok A1 No. 1
JL Kartika Plaza No. 8X, Kuta, Bali 80361
Telp 0361 754 028

Ide Siapa? Pandu

Ini pertama kali gw makan Bubba Gump di Bali. Udah pengen dari dulu tapi katanya mahal…pas ke Singapore sempet ngintip tapi rasanya masih kemahalan, hehe. Akhirnya karena penasaran pas di The Peak nekat makan…harganya? Teteup kemahalan buat kantong gw, tapi karena penasaran banget yaudahlah… Rasanya enak banget! Waktu itu gw makan (lupa namanya) fettucini dengan udang dan lime sauce gitu, asli yaa enak banget dan minta bungkus sisanya. Iyalah gw ga mau rugi, haha udah mahal gitu, enak banget trus porsinya ujubile bisa buat bedua…ya bungkus dan dimakan malem-malem. Dingin juga masih enakkk… gw lupa pesen apaan satu lagi tapi enak banget juga. Nahh, mengingat betapa berkesannya makan di Bubba Gump itu, tentu aja ekspektasi gw setinggi itu juga waktu mau makan di Bubba Gump Bali. Hasilnya? kecewa! Makanannya biasa aja…ga seperti yang gw harapkan tapi harganya ya tetep sama, mahal…

Lucunya, gw diem aja ngga komen tentang makanannya. Pas sampe hotel lagi, Pandu yang ngomong duluan ngomentarin makanan, disambut dengan anggukan mantap gw…ngga seenak yang diharapkan!

Bubba Gump Bali

Dinner:

Warung Italia
Jl. Kunti No. 2
Seminyak – Bali
Tel : 0361 – 737437

Ide Siapa? Ibu

Nahhh, klo ini mantaappp! Harga makanannya sangat sangat friendly. Kita nyobain pizza IDR40k-an, isinya saus tomat, keju dan jamur segambreng…modelnya wood fired pizza. Klo ini ada fotonya nih karena meja kita deket dengan tempat bikin pizzanya. Dulu (Juni ’09)pernah makan masakannya Warung Italia ini, tapi ngga di restorannya karena dibeliin sama Mamanie* dan dibawain ke hotel kita. Masakannya? Udah jelaslah segala masakan itali, haha *gapenting*. Kalo kata Ibu, restoran yang banyak didatengin bule di seminyak pasti enak dan justru harganya ngga terlalu mahal. Entahlah teori darimana, tapi gw sih seneng-seneng aja klo teorinya Ibu bener :D

Warung Italia

Day 2 – 19 Jan

Between lunch and dinner, hehe

Gabah Restaurant & Bar – Ramayana Resort, Kuta

Jalan Bakungsari, Kuta
Telp 036 175 1864

Ide Siapa? Bapak

Nah, hari kedua ini kita baru makan siang jam 4 sore…xixixi. Paginya bangun seenaknya, trus sarapan. Abis sarapan berenang sampe Nara kedinginan dan minta udahan, hihi. Abis itu Nara makan banyak di depan tv, trus kita (gw, Pandu, Nara dan Adek sekamar dengan extra bed untuk Adek) semua mangantuk dan tiduuur. Bangun-bangun udah jam setengah 4, haha. Bapak dan Ibu udah jalan kesana kemari nungguin kita bangun, haha. Akhirnya baru keluar hotel jam 4, diajakin makan di restoran namanya Galah. Restoran ini sbenernya nyatu sama hotel Ramayana yang lokasinya strategis banget di ujung jalan. Viewnya enak dan makanannya super enak. Yang kurang Cuma satu, kita lagi sial dapet pelayan yang kacauuuu! Jadi dengan muka-muka kelaperan gilak kita mesen kecuali Adek yang masih bingung mau makan apa. 10 menitan kemudian, si Adek baru mesen makanan. Dudududu lalala…setengah jam kemudian, pelayannya nyamperin lagi nanya “jadi mau pesen apa?”

WHAT???? Jadi yang kita pesen pertama itu belum dia sampein ke dapurnya karena katanya dia bingung… Kliatan sih, dia nulis pesenan kita di kertas corat-coret gitu dan tersebar di beberapa kertas. Pantesan doi binun…kasian.

Gw mau marah juga ga tega liat Ibu udah marahin dia abis-abisan, malah ujungnya kesian liat mbaknya udah mau nangis gitu…hiks.

Oke, walhasil makanan dateng hampir jam setengah 6…bahkan Nara si anak yang susah makan itu aja kelaperan dan bolak balik nanyain makanannya udah dateng atau belum, hehe. Mantapppplah, Nara makan banyak, bunda senang.

Ps. Makanannya enaggg tapi lumayan pricey L contoh, rendang daging  IDR90k. Pingsan karena ga rela? Silakeun. Gw pribadi klo mau makan rendang mending ke Sederhana atau minta masakin emak gw, lebih puasss, nyahaha.

Gabah - Ramayana

Supper:

Bali Bakery

Jl. Raya Kuta 65 Br. Abianbase Kuta Bali

Telp 0361 755 149

Ide Siapa? Mamanie

Nah, jadi salah satu yang bikin Ibu marah sama mbak pelayan di Gabah adalah karena kita musti jemput Mamanie di bandara jam 6. Sementara kita kelaperan berat dan makanan akhirnya baru dateng nyari setengah 6. Makannya rada ngebut. Untung Nara lagi kelaperan, jadi makannya lahap dan cepet kelar…hehe (sekali lagi, Nara makan banyak, bunda senanggg). Abis jemput Mamanie di Bandara, kita nganterin Mamanie ke rumahnya, nungguin doi packing buat ikut nginep di hotel kita trus doi kelaperan…jadi ngajak makan lagi tu jam setengah 9an malem di restoran andelannya, Bali Bakery…hehe kita mah seneng-seneng aja. Nara makan fruit platter, Pandu pesen Fish & Chips, gw bertiga Ibu dan Adek makan Spaghetti Aglio E Olio, trus Mamanie makan Zuppa Soup yang bikin gw latah pesen Zuppa juga, nyehehe. As usual, all the food was delish!

Harganya lebih sopan daripada Gabah, heuheuhe…

Bali Bakery

to be cont’d

27th Jan2010

His Favourite Beatles Songs

by metariza

Nara lagi tergila-gila sama the Beatles. Tentu aja dia belum pernah denger semua lagunya (hell, gw juga belum tamat denger semua lagunya…haha) tapi dia tau apa yang dia suka. So far 3 favoritnya adalah Obladi Oblada, Twist and Shout dan 8 Days a Week. Dan tau ngga? Lagu itu jadi soundtrack liburan kita, the whole week! live dari mulutnya Nara…

Lama-lama semua pusiangg juga denger Nara teriak-teriak “ sekidap beibee, twis en sauut…cmon cmon cmon beibeeeeee” sama Obladi Oblada dengan penekanan di ‘Bra’ saat “Life goes on…BRA…la la la how life goes on”. Asli ya kadang udah jam 10 malem, kita semua capek…dia masih aja loh nyanyi dengan suara pol-polan klo suasana lagi hening, biasanya ‘sekidap beibee’…gubrak!

here’s the video of him singing his favourites

Nara Sings

26th Jan2010

N I N E

by metariza

No, not the movie

9 times of 26 January

9 years since I said yes to him, back in 2001

26 January 2001 is also the date carved in our wedding ring instead of the wedding date

I still remember the night and the story behind it so clearly

Although I don’t remember his exact words :P (and he thinks I owe him my life for forgetting his line..ya abisss belibet dan panjanggg)

Thanks,

For asking me that night

For the colors you bring into my life

For always hold my hand through our journey, the good and the bad times

For always stand beside me when I learn to be a better person

and catch me if I fall and then kick me in the butt to stand up again

For having so much faith in me

For the memories, song, movies, laughs, tears, hugs and kisses

For giving me heaven on earth

Happy 9th of ‘January26th’

Ps. Thanks for the presents, you are the best :)

[thumbnail pic source]

15th Jan2010

Re-post Artikel dari The Urban Mama

by metariza

Minggu lalu gw nulis postingan tentang dilema jadi working mom vs keinginan di lubuk hati terdalam untuk full time ngurus Nara di rumah. Pas mau dipost, gw kepikiran untuk share di forum yang lebih luas. Trus gw submit deh sebagai artikel di The Urban Mama sekitar 10 hari lalu dan dipublish hari ini. (thanks to TUM yang mengedit penulisan gw yang acakadut khususnya untuk tulisan dalam bahasa inggris yang ngga pernah di-italic) Nah, berhubung biasanya gw menggunakan “gw” sebagai kata ganti orang pertama, di artikel itu gw replace semua “gw” jadi “saya” tanpa bermaksud ngurangi orisinalitas gw (tsaahhh) tapi rasanya lebih enak untuk pake “saya” di forum yang lebih besar sementara di blog mah suka suka gw ajee…

Anyway, link artikelnya ada disini

Berikut versi artikel yang pake ‘gw’ instead of ‘saya’…hehehe

Bangun telat, buru-buru mandi. Abis mandi, pake baju, dandan di kamar mandi supaya ngga perlu nyalain lampu kamar tidur, dan ngga ganggu tidurnya Nara. Eh tiba-tiba gw denger Nara bangun. Suaranya sedih minta dipeluk. Sambil ribet pake baju karena buru-buru (gw udah bilang tadi bangun telat kan?), gw bilang gw akan peluk setelah pake baju. Nara setengah histeris ngomong “Jangan pake baju kantor, pake baju rumah aja, Bunda jangan pergi…” dalem hati gw pengen teriak, “Bunda juga ngga mau ninggalin Nara”.

Ini sama sekali bukan cerita baru sih dan sampe kapanpun dilema Bunda bekerja di luar rumah ngga akan ilang. Asli ya, kalo mau nurutin perasaan, iriii banget sama stay-at-home mums, entah yang full jadi ibu rumah tangga atau kerja dari rumah. They have something that I don’t, spending all day with their kid(s).

Setelah itu komen orang biasanya gini: trus kenapa ngga berenti kerja aja atuh?

Sayangnya, kondisi tiap rumah tangga berbeda (baca: kondisi keuangan). Tiap orang juga punya value, ambisi, nilai dan tujuan hidup yang berbeda yang akhirnya membuat cerita hidup tiap orang berbeda (dan menarik).

Kalo boleh share, pas hamil 3 bulan gw resign dari kantor lama karena pengen jadi stay at home mom. God has a funny sense of humor indeed…tepat sehari setelah ngajuin surat resign, ada pengumuman gw diterima di tempat kerja sekarang. Dilema, karena selama proses rekrutmen di lembaga (prosesnya lumayan lama, sekitar 9 bulanan) ini gw selalu berdoa, “Apabila masuk ke lembaga ini merupakan yang terbaik untuk agamaku, keluargaku dan diriku, maka lancarkanlah jalannya” dan tiba-tiba diterima di saat gw udah bertekad berhenti kerja. Dengan pertimbangan doa tadi, gw takut durhaka karena udah dilancarin jalannya untuk masuk ke lembaga ini kok malah gw tolak… jadi gw merasa mantap bahwa masuk ke lembaga ini adalah sesuatu yang baik.

Konsekuensi gw masuk lembaga ini adalah ada ikatan dinas 3 tahun setelah pengangkatan jadi pegawai, ditambah masa pendidikan 9 bulan (termasuk cuti melahirkan 3 bulan). Ikatan dinas gw baru selesai September 2010. Setelah itu apa gw mau berenti kerja? Sampe saat ini keputusan gw dan Pandu (suami) adalah: gw masih akan kerja setelah ikatan dinas gw berakhir.

Loh bukannya katanya ngiri sama stay at home mum? Katanya pengen menghabiskan 24 jam bersama Nara?

Iya, bayangan menghabiskan 24 jam bersama Nara emang sangat menggiurkan. Alasan gw untuk tetap kerja juga cukup standar kalo ngga mau dibilang klise, yaitu untuk menambahincome. Salah satu financial planner pernah bilang, tidak bijak jika istri berhenti kerja kalo penghasilan istri lebih dari 1/3 penghasilan suami+istri. Mungkin ada yang bilang, “Kalo niat banget mah berenti aja, asal bisa hemat pasti cukup kok dengan satu income aja”. Eh tunggu dulu…, ga segampang itu. Kita baru aja beli rumah setelah berhasil ngumpulin DP untuk rumah dan capek ngontrak hampir 4 tahun (geregetan juga bayar uang kontrakannya yang naik 10% tiap tahun). Itu baru DP loh, tentu aja pasangan muda yang bener-bener mulai dari nol kaya kita ngandelin KPR. Belum lagi ada cicilan mobil dan investasi untuk dana pendidikan Nara. Buat biaya-biaya yang gw sebutin barusan aja udah ngabisin setengah income kita berdua. Kebayang kan?

Untuk saat ini, menjadi stay-at-home mom buat gw adalah luxury yang belum bisa gw cicipi. Tapi gw yakin entah itu jadi stay at home mum, working from home mum atau kerja kantoran, semua punya kelebihan masing-masing baik untuk sang ibu maupun anak.

Jadi kalo ditanya apakah gw nyesel memutuskan untuk masuk ke lembaga ini dengan ikatan dinas selama ini, gw ngga nyesel. Tapi ngga boong klo gw bilang bagaimanapun pasti ada bedanya kalau gw full megang Nara (ngga kerja) dengan gw menitipkan Nara ke mbaknya selama gw kerja.

Well, I can’t have it all can I? It’s all part of being a grown up, making choices and deal with the consequences.

[thumbnail pic from here]

12th Jan2010

Liburan dan Cuti

by metariza

6 days (equals to 4 working days) before our big family holiday. Btw my definition of ‘big family’ consists of gw, Pandu, Nara, Adek, Bayu, Bapak dan Ibu. Yes, next Monday we’re going to Bali for 5 days :) yeayyy…

Rencana liburannya udah lumayan lama disusun, sejak November taun lalu. Jadi ya, si Ibu kan punya staff discount di hotel tempat kita bakal nginep ini karena hotelnya emng satu grup sama kantor Ibu. Nahh, tahun ini si Ibu bakal pensiun, jadi kita mau memanfaatkan staff discount ini untuk terakhir kalinya *gamaurugi*. Selain itu kita juga belum pernah liburan bareng-bareng.

Nentuin tanggalnya rempong bener karena kita juga ngga mau pas high season. Harga tiket mahal, hotelnya takut penuh, plus di Bali pasti crowded banget…males. Selain itu, kita semua kan kerja, jadi nentuin tanggalnya lebih suriweuh lagi karena urusan cuti. Pandu pengennya awal tahun karena takutnya klo udah Februari ke atas bakal hectic dot com. Klo Adek ngga bisa Februari karena dia mau liburan ke Singapore sama temen-temenya *super gaya dia* plus dia ngga bisa klo akhir bulan karena closing. Bayu rada repot nyari cuti, he’s our big shot lawyer :) . Bapak mah gampang cutinya, doi kan bos…hehe.

Klo gw, pengennya ngga pas di event tahunan kantor gw. Bukan acara hura-hura pastinya. Tiap tahun di direktorat gw ngadain annual investment committee. Gw tentu aja punya porsi maha penting di acara itu…sebagai MC, huahahaha. Ngga deng, bukan jadi MCnya, God knows bahwa gw diem-diem seneng klo bisa ngabur dari tugas ngemsi, haha tapi gw pengen dateng ke acara itu karena materinya bagus. Nah, berhubung si investment committee itu tanggal 14 Jan, akhirnya kita mantep ni liburannya tanggal 18 – 22 Jan. udah dong, beli tiket ni kita. Ehhh, senen minggu lalu jeng jenggg, si investment committeenya diundur jadi tanggal 21-22.  Gw jadi dilema deh. Pandu saranin buat ngomong sama bos gw.

Ternyataaa…beliau malah mendukung gw untuk liburan. Yeayy, he’s such a family man. Bos gw nanya apa kekhawatiran gw, ya gw bilang karena ditugasin jadi MC dan materinya bagus, jadi gw pengen ikut. Dia bilang klo urusan MC gampang, bisa nyari orang lain jadi gw ga usah khawatir. Klo soal materi, nanti ka nada summary-nya yang bisa gw baca. Beliau malah pesen “saran saya pribadi ya Mbak Meta, klo ada kesempatan untuk bareng keluarga, sebaiknya dimanfaatin aja” gw sampe mau nangis terharu dengernya.

Masalahnya bukan apa-apa. Gw tau cuti adalah hak gw, tapi suka adaa aja komentar-komentar tentang cuti. Ini ngga terjadi sama gw aja sih, tapi sama banyak orang yang mau ngambil cuti…suka dikomentarin “aduhh seneng ya cuti, liburan melulu,..bla blu bla blu”. Penting ya komen gitu? jatah cuti kita semua sama bukan? Klo mau liburan ya pake aja cutinya sendiri. “Liburan melulu, banyak uang ya?” Komen lebay karena sok tau dan ngiri! Dana liburan gw adalah dana yang udah gw siapin, yang gw sisihin per bulan dengan memperkirakan kapan gw mau liburan. Selain itu, ya emang rejeki gw klo kita dapet diskon edan-edanan dari Ibu.  Masak mau ngiri sama rejeki orang? Mau ngiri karena gw bisa memilah-milah pengeluaran gw? ngiri karena gw rela berhemat di pengeluaran yang satu demi hal lain? That’s just plain shallow.

Not to mention, annoying.

anyway…udah selese sebelnya. Ayo kita songsong liburan minggu depan.

First, I need to finish this project before leaving, biar liburannya ga ada beban pikiran… semangaaaat!!!

[thumbnail pic source]

11th Jan2010

Headline Kompas Hari Ini

by metariza

… membahas UU No.22/2009 tentang Lalu Lintas. Ada gambar cowok lagi nyetir dan nelp di saat yang bersamaan. Mukanya panik kaya lagi mau nabrak gitu. Pasti udah pada baca semua kan…

kompas

Ningce emang suka baca Koran sama Nara tiap hari. Ningce suka bacain headline trus cerita sama Nara isinya, yah ngga serius-serius sih, biasanya ngomentarin berita yang ada gambarnya. Siang-siang gw ditelp Nara. Dia cuma mau ngasitau headline itu ke gw sambil berpesan “Bunda, klo lagi nyetir ngga boleh telfonan tau, nanti bisa nabrak…trus nanti dipanggil ambulans, ngiung ngiung ngiung…, bahaya itu!” karena ngomongnya panjang, bahasanya ngga persis kaya barusan, gw sampe minta ulangin 2 kali sampe ngerti maksudnya dia.

Terharu gw…

Apalagi setelah itu dia tanya gw udah makan apa belum. Pas gw bilang belum dia ngomelin gw supaya cepet makan biar kuat dan ngga lemes.

Jadi tambah kangen si Nardut.

11th Jan2010

Demam Pancake di Kantor

by metariza

Demam Pancake di Kantor

Dalam minggu-minggu terakhir bu Bos beberapa kali bawa panggangan waffle ke kantor beserta adonannya. Udah gitu doi dengan baiknya bikinin waffle buat orang-orang yang beruntung alias orang-orang manja kaya gw, minta bikinin…gegegege.

Wafflenya enak deh, selain karena tinggal duduk manis trus makan, adonannya enak. Semua pada minta resepnya. Sebelumnya di rumah udah beberapa kali bikin, tapi beda rasanya. Ini resep pancake/waffle ala Bu Bos, copy paste dari emailnya:

Bahan kering Tepung terigu (any kind) 2 gelas

Gula pasir 3 sdm

Baking powder 3sdt

Garam 1-2 sdt (suka-suka aje)

Bahan basah Susu cair 1,5 gelas

Mentega cair: 2sdm klo bikin pancakenya di fry pan, 3sdm klo pake panggangan waffle

Telur 2 butir (yang besar)

Cara membuat Aduk seluruh bahan kering di satu wadah

Di wadah berbeda, aduk susu dan telur

Tuangkan bahan kering perlahan-lahan sambil diaduk

Terakhir masukkan mentega cair

Diamkan adonan selama ½ jam

Masukkan ke lemari es

Baru deh di pan fry

Gampang kan? Hehe tentu aja klo orang kaya gw (yang ga bisa masak) aja bisa bikin, pasti artinya gampang banget, haha. Nahh sebenernya selama ini gw sering bikin pancake tapi adonannya ngga kaya gini jadinya. Trus stelah gw pikir-pikir, yang selama ini gw bikin adalah…CREPES, haha bukan pancake, dudul! Bedanya dimana? Adonan gw tu lebih encer sementara resep dari bu bos lebih kentel. Beda resepnya ada di baking powdernya.

Anihuu, gw ngga punya cetakan waffle *pengen banget punya gara-gara bu bos, hehe* jadi bikin bentuknya bulet-bulet aja (pancake) trus dimakan pake es krim vanilla/coklat. Nyammm…

Tambah satu lagi hal remeh yang bisa bikin hari jadi bahagia: rengekan-rengekan Pandu dan Nara untuk dibikinin pancake trus teriakan girang mereka ketika gw bawain pancake yang masih anget pake es krim :)

Oya maaf ga ada fotonya…klo ga percaya gw bisa bikin pancake juga gapapa kok, hahaha.

[thumbnail pic]

Pages:12»